Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
MEDAN

BMKG Prediksi Cuaca Panas dan Hujan Lebat di Sumut Berlanjut hingga 27 Juli

Mistar.idSelasa, 21 Juli 2026 pukul 18.20 WIB
bmkg_prediksi_cuaca_panas_dan_hujan_lebat_di_sumut_berlanjut_hingga_27_juli_

Ilustrasi. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Cuaca panas pada siang hari, sementara sore hingga malam hujan yang terjadi akhir-akhir ini diprediksi masih akan berlanjut hingga 27 Juli 2026. Hal ini disampaikan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan dalam keterangan pers, Selasa (21/7/2026).

Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Balai BBMKG Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, mengatakan kondisi cuaca tersebut diperkirakan terjadi selama sepekan terhitung sejak 20–27 Juli 2026.

"Sepekan ke depan, kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari di wilayah Sumut umumnya cerah–cerah berawan. Sore hingga malam harinya berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang–sangat lebat," ujarnya.

Martha menyampaikan, cuaca panas yang terjadi pada siang hari mengakibatkan peningkatan suhu udara dan pemanasan cukup signifikan. Hal ini dapat memicu pertumbuhan awan konvektif pada sore hingga malam hari disertai angin kencang secara lokal di beberapa wilayah Sumut.

Adapun wilayah-wilayah di Sumut yang berpotensi dilanda hujan sedang hingga sangat lebat terutama pada sore–malam hari di antaranya Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Karo, Simalungun, Toba, Samosir, Pakpak Bharat, Dairi, Batu Bara, Asahan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal.

"Kemudian wilayah-wilayah lainnya yang berpotensi diguyur hujan sedang–sangat lebat, yakni Kabupaten Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Kota Binjai, Medan, Pematangsiantar, Padangsidimpuan, Sibolga, dan Gunung Sitoli," ucap Martha.

Dia menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipicu oleh belokan angin (shearline) di Samudera Hindia Barat Sumatera sehingga membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) di pantai barat hingga lereng timur Sumut ditambah aktivitas gelombang atmosfer yang diprakirakan masih aktif.

"Suhu muka laut yang hangat juga turut mendukung peningkatan pembentukan awan-awan hujan. Labilitas udara cukup labil pun ikut memicu terjadinya proses konveksi," ujar Martha.

BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa waspada dan melakukan mitigasi bencana hidrometeorologi seperti banjir atau longsor. Pemangku kepentingan juga diimbau agar memperkuat koordinasi dalam memitigasi potensi bencana alam yang timbul akibat cuaca tersebut.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN