Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
MEDAN

Banjir Kembali Terjang Tapteng, Bobby Desak Pemkab Percepat Penanganan

Mistar.idSelasa, 21 Juli 2026 pukul 17.59 WIB
banjir_kembali_terjang_tapteng_bobby_desak_pemkab_percepat_penanganan

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. (foto: iqbal/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menanggapi banjir yang kembali terjadi Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng agar sigap dalam penanganan.

Bobby mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut telah mencoba membuka jalan untuk membantu penanganan dan antisipasi di Tapteng. Namun, menurutnya hal tersebut terkendala dengan keputusan di Pemkab.

"Ya itu kemarin kita mau buat huntap, tanah mau kita beli perkara cut and fill aja Bupati (Masinton) nya gak mau," ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Namun, Bobby enggan menilai hal tersebut sebagai sikap politis. Menurutnya, kepentingan masyarakat harus diutamakan. "Jangan dibilang politis atau apa segala macam karena beda partai (dengan Masinton), tolong. Ini gimana masyarakat yang disana kena bencana," ucapnya.

Menurutnya, ika bencana terus terjadi, bukan hanya nyawa yang hilang namun ekonomi di daerah tersebut juga ikut lumpuh.

"Bukan hanya nyawa, ekonominya juga. Walaupun kasarnya selamat jiwanya, tapi kalau terus gini jadinya ekonominya akan lumpuh, ini tolong percepatannya. Jadi yang beberapa bulan lalu saya tegur tingkat kecamatannya ya yang seperti ini perlu percepatan," ujarnya.

Ia berharap Bupati Tapteng Masinton Pasaribu bisa lebih cepat dalam menangani hal-hal tersebut. "Kemarin ada (pihak) swasta yang sudah kita minta izin dari Kemendagri untuk pengerukan sungai gak diteken-teken izinnya sama pak Bupati," ucap Bobby.

Kini, Bobby melihat terjadinya banjir kembali diakibatkan dengan tanggul yang rusak. Ia menjelaskan kondisi perbaikan tanggul yang sempat dilakukan pihaknya dan pemerintah pusat.

"Terkait banjir di Tapteng itu memang penanganan tanggulnya dari awal kami sarankan, memang kami sarankan. Sekarang ini ada segmennya ada yang kami kerjakan ada juga yang pusat kerjakan. Yang jebol samalam itu memang berdekat-dekatan dengan yang jebol sebelumnya," ucapnya.

"Sebenarnya kemarin itu kami sarankan pengerjaannya itu dicetak di luar baru dipasang di situ, hanya metode kerjanya saja. Namun kemarin itu karena dianggap sudah masuk kemarau, jadi dari Kementerian kemarin menyatakan agar itu tetap dicor di tempat," katanya menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, banjir kembali terjadi di Kelurahan Sipange dan Desa Bonalumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng. Bencana banjir tersebut terjadi pada Sabtu 18 Juli 2026 akibat curah hujan yang tinggi, yang mengakibatkan luapan air menggenangi permukiman warga di dua wilayah.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN