Friday, September 18, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Raih 50 Medali, SMA Negeri 1 Raya Juara Umum SSO 2026

Mistar.idJumat, 18 September 2026 pukul 19.37 WIB
raih_50_medali_sma_negeri_1_raya_juara_umum_sso_2026

Siswa dan guru SMA N 1 Raya foto bersama usai menjadi Juara Umum SSO 2026. (foto: dok SMAN 1 Raya/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID - Sebanyak 50 siswa SMA Negeri 1 Raya meraih 50 medali dalam Simalungun Science Olympiad (SSO) 2026. Terdiri dari 11 medali emas, 13 perak dan 26 perunggu, capaian tersebut mengantarkan kontingen tuan rumah menjadi Juara Umum I SSO 2026.

Ajang yang digelar Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI) itu berlangsung di SMA Negeri 1 Raya sejak Minggu (13/9/2026).

Kepala SMA Negeri 1 Raya, Dameanto Purba, mengatakan capaian tersebut tidak dibangun menjelang perlombaan. Pembinaan siswa sudah berjalan melalui klub-klub mata pelajaran yang ada di sekolah.

Siswa yang ingin mengikuti pembinaan terlebih dahulu mengikuti seleksi. Setelah itu, mereka ditempatkan dalam klub sesuai bidang yang diminati dan kemampuannya.

Pembinaan dilakukan rutin setiap Senin. Jumlah peserta dalam setiap kelompok juga dibatasi agar proses pendampingan lebih maksimal.

"Di sekolah kita itu ada ekstrakurikuler di setiap mata pelajaran yang di olimpiade. Jadwalnya setiap hari Senin. Di situlah anak-anak yang kita pilih, sistem audisi, kemudian diseleksi dan dilatih setiap minggu," ujar Dameanto, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, dari SSO 2026 saja ada 50 siswa yang berhasil meraih medali. Ia tidak ingin capaian tersebut hanya dilihat dari warna medali yang diperoleh masing-masing siswa.

"Ada 50 anak didik kita yang berprestasi. Kita tidak melihat medali itu siapa, bentuknya apa, warnanya apa. Cuma ini ada 50 anak prestasi," katanya.

Untuk memperkuat pembinaan, sekolah tidak hanya mengandalkan guru. SMA Negeri 1 Raya juga mendatangkan mentor dari luar sekolah melalui pembelajaran daring.

Para mentor tersebut berasal dari lembaga yang memiliki pengalaman dalam pembinaan olimpiade, termasuk orang-orang yang pernah meraih prestasi pada tingkat nasional dan internasional.

"Guru pembimbing itu guru-guru yang kita punya, terlepas daripada kualifikasi akademiknya. Tetapi mentor-mentor online itu memang dari lembaga yang mereka sudah juara-juara olimpiade, baik nasional maupun internasional," ucapnya.

Pola pembinaan tersebut bukan baru diterapkan. Dameanto mengatakan, ketika masih menjadi guru di SMA Negeri 1 Raya pada awal 2000-an, sekolah itu sudah memiliki sejumlah klub mata pelajaran, di antaranya matematika, fisika dan kimia.

Klub tersebut menjadi wadah bagi siswa yang mempunyai ketertarikan lebih pada bidang tertentu untuk mendapat pembinaan secara rutin.

"Sejak saya guru di sini, tahun 2000-an, klub-klub itu sudah ada. Itu salah satu karena ada wadah, kemudian mentornya kita dapat dari Jakarta sehingga hasilnya lebih baik," ujarnya.

Prestasi siswa SMA Negeri 1 Raya juga tidak hanya muncul pada SSO 2026. Sebelumnya, siswa sekolah itu pernah meraih juara umum pada kompetisi yang digelar di zona Pematangsiantar.

Setelah meraih medali, siswa juga tetap diberikan pembinaan agar kemampuan mereka tidak berhenti setelah satu kali mengikuti perlombaan.

Meski demikian, ada persoalan yang masih dihadapi sekolah, terutama ketika siswa harus mengikuti kompetisi di luar daerah.

Dameanto mengatakan keterbatasan anggaran membuat tidak semua siswa berprestasi dapat diberangkatkan mengikuti perlombaan yang lokasinya jauh. Kondisi ekonomi keluarga juga menjadi pertimbangan.

"Karena keterbatasan anggaran sekolah, kadang-kadang anak-anak ini, apalagi orang tuanya kurang mampu, ketika event-nya tidak di jarak yang terjangkau, mereka tidak bisa ikut," ujarnya.

Untuk menjaga semangat siswa lainnya, mereka yang berhasil meraih prestasi biasanya diberi kesempatan tampil di hadapan teman-temannya. Sekolah berharap keberhasilan tersebut bisa memunculkan motivasi bagi siswa lain untuk mengikuti jejak mereka.

"Ketika dia dapat, kita hadirkan dia di tengah-tengah teman-temannya supaya teman-temannya termotivasi. Kemudian mereka bangga karena mereka didaulat," kata Dameanto. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN