Tuesday, August 11, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Pengamat: Menstabilkan Harga Pangan, Kebutuhan Dapur MBG Harus Nyambung ke Jadwal Panen

Mistar.idSelasa, 11 Agustus 2026 pukul 17.17 WIB
pengamat_menstabilkan_harga_pangan_kebutuhan_dapur_mbg_harus_nyambung_ke_jadwal_panen_

Teks foto: pengamat Ekonomi dari Universitas Simalungun (foto:dokumen/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (11/8/2026) - Harga cabai, bawang, dan sayuran dalam sepekan ini melonjak tajam di berbagai pasar tradisional Kota Pematangsiantar. Lonjakan harga terjadi bukan semata keterbatasan stok petani menipis, tapi disebabkan kebutuhan besar belanja dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali berjalan pasca libur sekolah.

Darwin Damanik, selaku pengamat ekonomi dari Universitas Simalungun (USI), masalah utama sebenarnya ada di ketimpangan antara pasokan yang tipis dan permintaan yang melejit. Program MBG bikin permintaan harian naik, sementara pasokan dari petani malah berkurang.

“Kalau perencanaan pengadaan bahan baku MBG belum nyambung dengan jadwal panen lokal, dampaknya stok di pasar makin ketat. Harga jadi gampang naik,” jelas Darwin menaggapi miatar.id, Selasa (11/8/2026).

Imbuh Darwin, cabai dan sayuran itu kebutuhan harian. Meskipun harganya naik gila-gilaan, orang tetap beli. Kondisi ini sering dimanfaatkan pedagang untuk tetap pasang harga tinggi. Kalau terus dibiarkan, kenaikan harga pangan bisa bikin daya beli masyarakat turun dan konsumsi rumah tangga ikut lesu.

Darwin menyoroti cara banyaknya dapur MBG di setiap kabupaten kota yang menyerap bahan baku. Setiap hari belanja belanja besar-besaran ke pasar lokal atau distributor, permintaan melonjak drastis. Kalau pasokan tidak ikut nambah, harga komoditas pasti terdorong naik secara otomatis. "Itu yang terjadi sekarang di banyak pasar," ujarnya.

Dia menyarankan, agar harga tidak makin liar, sebaiknya pemerintah daerah cepat ambil tiga langkah. Gelar operasi pasar murah secara rutin, terutama di pasar-pasar utama seperti Pasar Dwikora, kemudian membuka jalur pasokan darurat dari daerah yang kelebihan stok dan tidak terkendala cuaca. Terakhir, lakukan audit distribusi guna mencegah spekulan melakukan penimbunan stok atau awasi distributor besar.

Memang kata Darwin, program MBG niatnya bagus, tapi efek samping di pasar cukup terasa bagi konsumen kalau rantai pasok dari petani ke pasar tidak dipersiapkan dengan matang. (Abdi/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN