Kukuhkan 2.038 Wisudawan, Rektor UINSU: Jadilah Job Creator Bukan Job Seeker

Rektor mengukuhkan wisudawan UINSU. (Foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Di tengah situasi dunia yang sudah memasuki masa transformasi digital, kecerdasan artifisial (AI), dinamika sosial, perubahan ekonomi, hingga kompetisi global, para lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi menjadi pencipta lapangan kerja (job creator), inovator, dan pemecah masalah (problem solver).
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Prof. Nurhayati, saat mengukuhkan 2.038 wisudawan di Gelanggang Mahasiswa Jalan IAIN, Gaharu, Kota Medan, pada Sabtu (26/9/2026).
“Bangsa kita tidak kekurangan orang pintar. Yang kita perlukan adalah manusia berilmu yang memiliki kepedulian, integritas, dan berani bertanggung jawab serta dapat menghadirkan solusi,” katanya.
Sebagai mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan, kata dia, para alumni sudah seharusnya lebih memikirkan apa saja persoalan yang dapat diselesaikan dengan ilmu yang dimiliki, bukan sekadar bertanya di mana akan bekerja ke depannya.
“Jangan hanya mencari ruang untuk berkembang. Ciptakan pula ruang agar orang lain dapat berkembang bersama. Maka di situlah ilmu menemukan maknanya,” tuturnya.
Seperti tema yang diangkat, yakni ‘Alumni Berdampak, Berkolaborasi dan Berkontribusi untuk Kemandirian Bangsa’, Nurhayati menekankan bahwa tidak ada bangsa yang besar karena dibangun sendiri. Sama halnya dengan universitas yang dapat tumbuh jika dibangun dengan kolaborasi.
Maka dari itu, mahasiswa juga diimbau untuk membangun jejaring, baik dengan sesama alumni, universitas, pemerintah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), maupun masyarakat. Kolaborasi, sebutnya, bukan berarti kehilangan identitas, tetapi menghadirkan kekuatan yang lebih besar lewat perbedaan yang dipertemukan dalam meraih tujuan bersama.
“Alumni harus jadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat, kampus dan dunia kerja, pemerintah dengan masyarakat, serta antara potensi lokal dan peluang internasional,” ucapnya.
Nurhayati menjelaskan bahwa kemandirian bangsa dibangun lewat pendidikan, ekonomi yang kuat, teknologi yang mampu dikuasai, hingga sumber daya yang dikelola secara berkelanjutan. Para alumni disebut memiliki ruang untuk memberikan kontribusi, mulai dari pengabdian menjadi guru, pengusaha, peneliti, hakim, hingga pengembang ekonomi kreatif yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Ia mengingatkan, kontribusi bagi bangsa tidak harus selalu dimulai dari yang besar. Sebab, bangsa Indonesia dibangun oleh jutaan kontribusi kecil yang konsisten dengan ilmu, kejujuran, serta tanggung jawab.
Ia juga menekankan bahwa gelar akademik yang diterima merupakan amanah. Semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin besar pula tanggung jawabnya.
“Gelar jangan hanya tertulis di belakang nama. Tapi biarkan gelar hadir dalam perilaku, terlihat dalam keputusan, tercermin dari integritas dan karya, serta dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” ujarnya lagi.
Ribuan wisudawan UINSU ini terdiri dari 506 mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 376 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, 284 orang dari Fakultas Syariah dan Hukum, 269 dari Fakultas Sains dan Teknologi, 165 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, 164 dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 119 dari Fakultas Ilmu Sosial, 100 dari Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, kemudian 55 mahasiswa dari Program Sarjana.
“Ingatlah pesan ini, berdampaklah dalam karya, berkolaborasilah dalam membangun serta berkontribusilah dalam pengabdian. Jadikan ilmu sebagai jalan menuju kemandirian bangsa,” katanya lagi menambahkan. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Guru di Jakarta Belum Merata, Disdik Buka 2.545 Formasi KKI








































