Kisah Riko Simanjuntak di Batak Night Maxima Siantar: Dari Lapangan Parel Pasaribu, Union Cup PT STTC, hingga Jersey Timnas

Riko Simanjuntak saat menjadi narasumber dalam sesi talk show pada acara Batak Night Maxima di Cafe Dano Food Court, Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kemeriahan mewarnai Kota Pematangsiantar pada Sabtu (20/6/2026) malam. Event bertajuk Batak Night Maxima sukses mengguncang Cafe Dano Food Court di Jalan Sibolga, Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan.
Acara yang memadukan pertunjukan musik lokal, sesi edukatif, hingga nobar Piala Dunia 2026 itu menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus sarana motivasi bagi generasi muda pecinta sepak bola.
Atmosfer hangat sudah terasa sejak sore hari. Batak Night kali ini menghadirkan deretan musisi lokal, dengan penampilan utama Maxima Band, grup musik Batak yang tengah naik daun. Selain itu, panggung hiburan juga diramaikan oleh Alfa Simbodu Band dan Triple Nine.
Usai menikmati suguhan musik, ratusan pengunjung yang memadati lokasi diajak mengikuti nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Daya tarik utama acara ini adalah kehadiran pesepak bola asal Pematangsiantar yang juga mantan pemain Timnas Indonesia, Riko Simanjuntak.
Dalam sesi talk show yang berlangsung interaktif, pemain berjuluk Si Kancil itu membagikan kisah perjalanan kariernya dari kota kecil hingga mampu menembus level sepak bola nasional.
Riko mengenang fondasi karier sepak bolanya dibangun dari lapangan sederhana di Pematangsiantar.
"Saya memulai karier sepak bola ini benar-benar dari bawah, dari lapangan kecil di kota ini, tepatnya di Lapangan Parel Pasaribu," kenang Riko di hadapan ratusan peserta.
Dalam kesempatan itu, Riko juga menyebut PT STTC sebagai salah satu pihak yang berperan penting dalam membuka jalan karier profesionalnya.
Menurutnya, konsistensi PT STTC menggelar turnamen sepak bola lokal, seperti Union Cup, menjadi wadah yang membantu mengembangkan bakat para pemain muda.
"Kebetulan Kota Pematangsiantar memiliki perusahaan besar, yaitu PT STTC. Perusahaan ini sering membuat event, salah satunya Union Cup. Dari turnamen itulah bakat saya terlihat hingga akhirnya saya bisa berada di titik sekarang dan mengenakan jersey Timnas Indonesia," ujarnya.
Bagi Riko, mengenakan lambang Garuda di dada merupakan kebanggaan terbesar dalam perjalanan kariernya.
Melihat antusiasme generasi muda yang hadir, Riko pun menyampaikan pesan motivasi agar para pemain muda terus berjuang meraih cita-cita.
"Abang kalian ini sudah berjuang di tengah keterbatasan dan minimnya fasilitas pada masa itu. Turnamen Union Cup dari STTC menjadi salah satu yang paling berkesan dalam perjalanan karier saya. Dengan fasilitas olahraga yang lebih baik saat ini, adik-adik tidak perlu cemas. Manfaatkan kesempatan itu dan jadilah pemain Timnas Indonesia di masa depan," katanya yang disambut tepuk tangan meriah.
Keberhasilan acara tersebut tidak terlepas dari dukungan PT STTC sebagai sponsor utama. Dukungan itu dinilai menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan pemuda, seni, dan olahraga di Kota Pematangsiantar.
Salah seorang pengunjung, David Hutaean, mengaku senang dengan penyelenggaraan Batak Night Maxima yang menghadirkan hiburan sekaligus inspirasi.
"Acara seperti ini sudah lama dirindukan masyarakat Pematangsiantar. Kombinasi musik Batak, cerita motivasi dari Bang Riko, dan nobar Piala Dunia sangat menarik. Kami berterima kasih kepada PT STTC yang terus mendukung kegiatan positif di kota ini," ujarnya.
Batak Night Maxima menjadi bukti bahwa kolaborasi antara komunitas kreatif, tokoh inspiratif daerah, dan dukungan dunia usaha mampu mendorong perkembangan ekonomi kreatif serta semangat olahraga di Kota Pematangsiantar.






















