Gedung PKK Baru Dibangun Sudah Bocor, DPRD Pematangsiantar Kritik Kualitas Proyek

Pekerjaan proyek drainase di Jalan AMD Kelurahan Tanjung Pinggir yang disoal oleh DPRD Pematangsiantar. (Foto: Hamzah/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID – Gedung Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Jalan Porsea, Kelurahan Teladan, Kota Pematangsiantar, yang baru selesai dibangun menggunakan APBD 2026, sudah mengalami kebocoran pada bagian atap dan cat dinding yang terkelupas.
Kondisi tersebut menjadi sorotan Komisi III DPRD Kota Pematangsiantar. Anggota DPRD, Andika Prayogi Sinaga, mengatakan hasil peninjauan menunjukkan kualitas bangunan belum sesuai harapan, meskipun gedung tersebut telah diserahterimakan.
"Pekerjaan Gedung PKK di Jalan Porsea, hasil peninjauan, kualitas gedung yang sudah serah terima dan catnya terkelupas. Dan atap sengnya bocor," ujar Andika, Selasa (3/11/2026).
Gedung PKK tersebut dibangun dengan nilai pagu paket sebesar Rp2 miliar. DPRD menilai kondisi itu menjadi salah satu bukti perlunya pengawasan lebih ketat terhadap pelaksanaan proyek pemerintah daerah.
Selain Gedung PKK, Komisi III DPRD juga menyoroti pembangunan drainase di Jalan AMD, Kelurahan Tanjung Pinggir. Proyek senilai Rp1,9 miliar tersebut sempat terhenti selama sekitar satu bulan sebelum kembali dikerjakan setelah mendapat sorotan.
Proyek trotoar dan jalan juga menjadi perhatian legislatif karena dinilai perlu mendapat pengawasan dan perencanaan yang lebih matang.
DPRD meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Pematangsiantar memperketat pengawasan terhadap seluruh pekerjaan proyek agar tidak dikerjakan asal jadi.
Anggota DPRD lainnya, Imaoel Lingga, juga meminta Dinas PUTR memprioritaskan pembangunan di kawasan yang membutuhkan penanganan, termasuk Jalan Parluasan yang mengalami kerusakan.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas PUTR Kota Pematangsiantar, Sopian Purba, mengatakan pihaknya akan kembali meninjau kondisi Gedung PKK di Jalan Porsea. Pembangunan drainase di Tanjung Pinggir juga akan menjadi perhatian dinasnya.
"Pekerjaan drainase dihentikan karena lokasinya rawan banjir. Mudah-mudahan, proyek itu akan selesai dalam masa kerja," ujar Sopian.[]






































