Friday, November 6, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Ajak Mahasiswa Bangun Gerakan Kolektif, Meryl Rouli Saragih Luncurkan Beasiswa Khusus Perempuan

Mistar.idJumat, 6 November 2026 pukul 20.22 WIB
ajak_mahasiswa_bangun_gerakan_kolektif_meryl_rouli_saragih_luncurkan_beasiswa_khusus_perempuan

Foto bersama usai sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan TPPO. (foto: susan/mistar)

Medan, MISTAR.ID - Kalangan mahasiswa dan generasi muda di Sumatera Utara diajak untuk jadi pelopor gerakan kolektif guna mewujudkan kesetaraan gender, serta menciptakan ruang publik yang aman dari diskriminasi dan kekerasan.

Ajakan ini disampaikan Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Meryl Rouli Saragih saat memberikan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Meryl mengatakan, perempuan adalah subjek pembangunan yang memiliki gagasan, hak dan kapasitas penuh untuk menentukan arah kehidupan dan bukan sekadar objek yang dimintai pendapat tanpa dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

“Perubahan besar itu dimulai dari lingkungan terdekat, dari rumah, komunitas dan di tempat kerja. Dalam keluarga juga harus terbiasa untuk tidak men-stereotype gender, tapi memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak kita yang ada di rumah,” katanya, Jumat (6/11/2026).

Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman hukum mengenai batasan pelecehan seksual yang menyasar seluruh kalangan, termasuk kaum laki-laki. Meryl menegaskan tindakan seperti catcalling (memanggil seperti bersiul di jalan), gurauan bernuansa pornografi di grup WhatsApp hingga pengiriman foto tidak senonoh merupakan tindak pidana pelecehan yang dapat dilaporkan secara hukum.

Meryl juga menyarankan agar forum-forum sosialisasi kesetaraan gender ke depan melibatkan 50 persen peserta laki-laki agar terbangun pemahaman dan dukungan bersama, bukan rasa saling bersaing atau tidak nyaman.

“Karena hal ini bukan hanya harus didengar oleh perempuan saja. Perempuan tuh sebenarnya pengen empowered. Kita sudah sering ikuti ini, itu kita mau termotivasi. Kita sudah pasti ingin berdaya, berdampak dan berkarya. Tapi laki-laki juga harus mendengar hal ini sehingga mereka mendukung,” ujarnya.

Sebagai bentuk implementasi nyata fungsi penganggaran legislatif, Meryl mengumumkan adanya alokasi beasiswa khusus perempuan di tahun 2026 hasil kerja sama DPRD Sumut dengan CSR Bank Sumut. Program ini mencakup bantuan pendidikan, tunai, literasi keuangan hingga pelatihan skill set.

Selain menekankan pentingnya pendidikan, kemandirian ekonomi, kewirausahaan, akses keuangan dan ekonomi digital juga dinilai penting sebagai ruang bertumbuh perempuan sebagai pekerja, pelaku usaha dan pencipta lapangan pekerjaan.

“Kalau lihat CEO perempuan jarang atau sering? Cuma kadang-kadang ya. Ini penting sekali buat kita. Tapi saya menemukan kadang-kadang perempuan itu juga nggak terlalu mendukung satu dengan yang lain. Suka ada stigma,” ucapnya.

Menurutnya, banyak stigma negatif yang beredar saat seorang perempuan menjadi pemimpin. Sementara, jika laki-laki yang memimpin, akan dipuji bagus, berwibawa dan lainnya. Tak hanya itu, banyak juga yang tidak memberikan kesempatan bagi perempuan untuk maju dan berkembang.

“Ada yang suka bilang ‘she’s a female architect’. Ya nggak usah female architect, you’re an architect, supaya kita tidak membedakan. Atau ‘oh i’m a female entrepreneur’. No, tapi i’m an entrepreneur. Ini untuk mensosialisasikan, menormalisasi. Nggak usah melihat gender, tapi berdasarkan kualitas dan kinerja kita secara merit sistem,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN