Friday, November 6, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Razia Kasih Sayang Satpol PP Toba: Angka Pelajar Bolos Sekolah Mulai Menurun Signifikan

Mistar.idJumat, 6 November 2026 pukul 18.33 WIB
razia_kasih_sayang_satpol_pp_toba_angka_pelajar_bolos_sekolah_mulai_menurun_signifikan

Anak sekolah yang bolos terjaring razia Satpol PP Toba. (Foto: Nimrot/Mistar)

Toba, MISTAR.ID (6/11/2026) – Untuk menekan angka kenakalan pelajar di Kabupaten Toba, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Toba secara berkala melakukan razia kasih sayang agar tidak ada lagi anak sekolah yang bermain di luar lingkungan sekolah atau bolos saat proses belajar mengajar berlangsung.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Toba, Tagon Sihotang, mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Toba dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Sumatera Utara di Balige untuk melaksanakan razia kasih sayang terhadap pelajar yang bolos sekolah secara berkala.

Menurut dia, dari hasil razia yang dilakukan, ternyata banyak pelajar, khususnya tingkat SMA dan SMK, yang bolos sekolah dan nongkrong di tempat-tempat tertentu yang dijadikan lokasi berkumpul. Mereka berhasil ditertibkan. Ternyata, di antara pelajar yang bolos tersebut, ada juga yang berasal dari Kabupaten Tapanuli Utara.

"Setelah dilakukan penertiban, tindakan yang kami lakukan adalah meminta anak tersebut membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya sebelum akhirnya dikembalikan ke sekolah atau ke dinas. Ada juga yang orang tuanya kami panggil langsung, mengingat jarak sekolah anak tersebut cukup jauh atau berada di luar Kabupaten Toba," ucap Tagon, Jumat (6/11/2026).

Tagon juga menyampaikan bahwa setelah razia dilaksanakan secara berkala dalam dua bulan terakhir, terjadi penurunan jumlah pelajar yang bolos sekolah. Kendati demikian, berdasarkan laporan kepala sekolah, masih ada beberapa anak didik yang melakukan tindakan serupa.

"Setelah dilakukan pengecekan di tempat-tempat yang biasa mereka gunakan untuk nongkrong saat bolos sekolah, mereka tidak ditemukan. Kemungkinan, mereka berpindah tempat agar tidak terjaring razia. Dengan demikian, Satpol PP tetap menyusuri lokasi-lokasi baru yang dijadikan tempat nongkrong pelajar yang bolos agar ada efek jera," tuturnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN