Beasiswa Riset BAZNAS 2026 Dibuka! Bantuan hingga Rp30 Juta, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Beasiswa Riset BAZNAS 2026 Dibuka! (foto ilustrasi:gemini/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (4/11/2026) — Kesempatan bagi mahasiswa, akademisi, dan peneliti untuk memperoleh pendanaan penelitian kembali terbuka. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi membuka Beasiswa Riset BAZNAS 2026 mulai 3 hingga 11 November 2026, dengan target menjangkau 308 penerima manfaat.
Program ini menawarkan bantuan mulai dari Rp4 juta untuk mahasiswa D4/S1 hingga maksimal Rp30 juta bagi kelompok riset. Tidak hanya itu, BAZNAS juga menyediakan bantuan biaya publikasi artikel ilmiah atau Article Processing Charge (APC) hingga Rp12,5 juta.
Beasiswa Riset BAZNAS merupakan program pendanaan penelitian yang dirancang untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat ekosistem zakat melalui riset yang bermanfaat bagi masyarakat.
Tiga Kategori Beasiswa Riset BAZNAS 2026 dan Besaran Bantuan
Pada penyelenggaraan tahun ini, terdapat tiga kategori bantuan yang dapat dipilih sesuai status dan kebutuhan calon penerima manfaat.
Pertama, kategori mahasiswa D4/S1, S2, dan S3. Bantuan diberikan untuk mendukung penyelesaian penelitian tugas akhir, seperti skripsi, tesis, dan disertasi. Besarannya mencapai Rp4 juta untuk D4/S1, Rp7 juta untuk S2, dan Rp10 juta untuk S3.
Kedua, kategori lembaga atau kelompok riset. Kategori ini diperuntukkan bagi akademisi dan praktisi yang melakukan penelitian secara kolektif dengan bantuan maksimal Rp30 juta per tim.
Ketiga, kategori bantuan publikasi ilmiah (APC). BAZNAS memberikan dukungan biaya publikasi bagi artikel yang telah diterima jurnal ilmiah. Besaran bantuannya mencapai Rp1 juta untuk Sinta 3, Rp3 juta untuk Sinta 2, Rp5 juta untuk Sinta 1, dan maksimal Rp12,5 juta untuk jurnal internasional bereputasi.
Dengan cakupan tersebut, Beasiswa Riset BAZNAS tidak hanya mendukung proses penelitian, tetapi juga membantu peneliti menyebarluaskan hasil karyanya melalui publikasi ilmiah.
Target 308 Penerima, Ada Mentoring hingga Peluang Terbit Buku
BAZNAS RI menargetkan sebanyak 308 penerima manfaat dalam program Beasiswa Riset 2026. Sasaran ini mencakup mahasiswa, kelompok riset, serta penulis artikel ilmiah dari berbagai bidang yang memenuhi ketentuan.
Menariknya, bantuan yang diberikan tidak terbatas pada pendanaan. Penerima manfaat juga berkesempatan mengikuti mentoring penulisan riset bersama pimpinan dan tim ahli BAZNAS, workshop penulisan ilmiah, serta forum presentasi hasil penelitian.
Bahkan, hasil riset terpilih berpeluang diterbitkan dalam bentuk book chapter oleh BAZNAS RI.
Fasilitas tersebut menjadi nilai tambah karena penerima manfaat tidak hanya memperoleh dukungan biaya, tetapi juga kesempatan meningkatkan kapasitas akademik dan kualitas publikasi.
Syarat Beasiswa Riset BAZNAS 2026
Calon peserta wajib merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), dibuktikan dengan KTP yang masih berlaku. Penelitian atau artikel yang diajukan harus sesuai dengan tema prioritas BAZNAS dan tidak sedang menerima pendanaan ganda untuk objek pembiayaan yang sama.
Selain itu, naskah wajib memiliki tingkat kemiripan maksimal 25 persen di luar daftar pustaka. Penerima manfaat juga harus bersedia mengikuti mentoring, coaching, pembinaan, serta mencantumkan apresiasi pendanaan kepada BAZNAS RI dalam hasil penelitian atau publikasi.
Adapun persyaratan khusus setiap kategori meliputi:
1. Mahasiswa D4/S1, S2, dan S3
- Berstatus mahasiswa aktif yang sedang atau akan menyelesaikan tugas akhir.
- Memiliki IPK minimal 3,35 dari skala 4,00.
- Program studi minimal terakreditasi A/Unggul dan perguruan tinggi minimal B/Baik Sekali.
- Proposal penelitian telah disetujui dosen pembimbing.
- Memiliki surat rekomendasi dari pejabat kampus atau dosen pembimbing.
2. Lembaga atau kelompok riset
- Tim terdiri atas 2–5 orang.
- Anggota merupakan akademisi atau praktisi aktif.
- Memiliki legalitas atau izin resmi dari pimpinan unit kerja.
- Menyertakan Rencana Anggaran Biaya (RAB) penelitian maksimal Rp30 juta.
3. Bantuan publikasi ilmiah (APC)
- Berstatus penulis pertama atau penulis korespondensi.
- Artikel telah diterima jurnal dan dibuktikan dengan Letter of Acceptance (LoA).
- Artikel belum diterbitkan dan biaya publikasinya belum dibayarkan.
- Jurnal terakreditasi Sinta 1–3 atau jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus/WoS.
- Jurnal aktif dan bukan jurnal predator.
Riset Zakat Jadi Salah Satu Fokus Prioritas
Salah satu hal menarik dari Beasiswa Riset BAZNAS 2026 adalah arah penelitian yang didorong untuk memperkuat pengelolaan zakat dan kontribusinya terhadap pembangunan.
Tema prioritas meliputi pengumpulan zakat, penguatan ekosistem zakat dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), pengembangan kemitraan multisektor, serta integrasi zakat dalam pembangunan nasional dan isu global.
Program ini juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Asta Cita Pemerintah dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui dukungan pendanaan, pendampingan, dan publikasi ilmiah, BAZNAS ingin mendorong penelitian yang tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi menghasilkan rekomendasi, inovasi, dan solusi bagi penguatan tata kelola zakat serta kesejahteraan masyarakat.
Cara Daftar Beasiswa Riset BAZNAS 2026
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui formulir sesuai kategori. Calon peserta terlebih dahulu dapat membaca panduan dan mengunduh format dokumen persyaratan melalui tautan berikut:
Panduan resmi: https://bazn.as/PanduanBeasiswaRisetBAZNAS2026
Selanjutnya, peserta dapat mengisi formulir pendaftaran berdasarkan kategori:
- Mahasiswa D4/S1, S2, dan S3: https://bazn.as/RisetTugasAkhir26
- Mahasiswa S1 MAZAWA: https://bazn.as/RisetMAZAWA26
- Lembaga/kelompok riset: https://bazn.as/RisetKelompok26
- Bantuan publikasi APC: https://bazn.as/RisetAPC26
Pendaftaran dibuka mulai 3 November dan ditutup 11 November 2026 pukul 23.59 WIB.
Dengan target 308 penerima manfaat dan dukungan pendanaan hingga puluhan juta rupiah, Beasiswa Riset BAZNAS 2026 menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan peneliti untuk mengembangkan karya ilmiah sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
(baznasri/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Bupati Deli Serdang Tinjau SMP Negeri 1 Bangun Purba, Inventarisasi Kebutuhan Fasilitas Sekolah










































