5 Kandungan Skincare yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil, Retinoid hingga Hydroquinone

Ilustrasi ibu hamil (Foto: Istimewa/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Merawat kulit selama kehamilan tetap penting. Namun, perubahan hormon membuat kondisi kulit ibu hamil bisa berbeda dibandingkan sebelum mengandung.
Kulit dapat menjadi lebih mudah berjerawat, sensitif, atau mengalami melasma dan hiperpigmentasi. Karena itu, pemilihan produk skincare selama kehamilan perlu dilakukan dengan lebih cermat.
Chris Tomassian, MD, pendiri The Dermatology Collective sekaligus ahli dari Kiehl’s, menjelaskan bahwa fluktuasi hormon selama kehamilan dapat memicu berbagai perubahan pada kulit.
Di sisi lain, tidak semua bahan aktif dalam produk perawatan kulit cocok digunakan saat hamil. Beberapa kandungan bahkan sebaiknya dihindari karena memiliki potensi risiko terhadap kehamilan.
Berikut sejumlah kandungan skincare yang perlu diperhatikan ibu hamil.
1. Phthalate
Phthalate atau ftalat merupakan kelompok bahan kimia yang dapat mengganggu sistem endokrin dan ditemukan pada berbagai produk kecantikan.
Paparan ftalat telah menjadi perhatian dalam penelitian terkait kesehatan reproduksi dan perkembangan. Sejumlah penelitian pada manusia maupun hewan juga mengaitkan paparan bahan ini dengan gangguan reproduksi dan perkembangan.
Karena itu, ibu hamil sebaiknya memperhatikan label produk dan membatasi paparan terhadap bahan yang termasuk kelompok ftalat.
2. Retinoid
Retinoid menjadi salah satu kandungan skincare yang paling penting untuk dihindari selama kehamilan.
Retinoid mencakup berbagai turunan vitamin A, termasuk retinol yang banyak ditemukan dalam produk antipenuaan dan perawatan jerawat. Meski penyerapan retinoid dari produk oles relatif rendah, penggunaan retinoid selama kehamilan tetap tidak dianjurkan karena adanya kekhawatiran terhadap risiko pada perkembangan janin.
Risiko yang lebih jelas diketahui berasal dari retinoid oral. Oleh sebab itu, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan produk yang mengandung retinoid, termasuk produk perawatan kulit.
3. Formaldehida dan bahan pelepas formaldehida
Formaldehida dikenal sebagai bahan yang memiliki risiko kesehatan sehingga penggunaannya dalam kosmetik telah banyak dibatasi.
Namun, formaldehida dapat ditemukan secara tidak langsung melalui bahan pengawet tertentu yang dapat melepaskan formaldehida secara bertahap.
Beberapa nama bahan yang perlu diperhatikan pada label produk antara lain bronopol, DMDM hydantoin, diazolidinyl urea, hydroxymethylglycinate, imidazolidinyl urea, quaternium-15, dan 5-bromo-5-nitro-1,3-dioxane.
Ibu hamil dapat memeriksa daftar komposisi sebelum membeli kosmetik atau skincare untuk mengurangi paparan yang tidak diperlukan.
4. Salicylic Acid
Asam salisilat atau salicylic acid merupakan bahan yang umum digunakan untuk membantu mengatasi jerawat dan masalah kulit akibat penyumbatan pori.
Penggunaan asam salisilat dalam konsentrasi tinggi, terutama dalam bentuk obat oral atau produk tertentu, perlu dihindari selama kehamilan.
Sementara itu, penggunaan topikal dalam jumlah kecil memiliki pertimbangan yang berbeda. Karena keamanan dapat bergantung pada konsentrasi, luas pemakaian, dan bentuk produknya, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan produk dengan kandungan asam salisilat.
5. Hydroquinone
Hydroquinone banyak digunakan untuk membantu mengurangi hiperpigmentasi, termasuk noda gelap dan melasma.
Meskipun belum ada bukti kuat yang menunjukkan hubungan langsung antara hydroquinone dan cacat lahir berat, bahan ini memiliki tingkat penyerapan melalui kulit yang relatif tinggi dibandingkan sejumlah bahan topikal lainnya.
Karena alasan tersebut, penggunaan hydroquinone selama kehamilan umumnya disarankan untuk dihindari sebagai langkah pencegahan.
Bumil Perlu Lebih Teliti Memilih Skincare
Perubahan hormon selama kehamilan memang dapat membuat masalah kulit seperti jerawat dan pigmentasi semakin terlihat. Namun, keinginan untuk mengatasi masalah tersebut sebaiknya tidak membuat ibu hamil sembarangan memilih produk.
Sebelum menggunakan skincare baru, periksa daftar kandungannya dan jangan ragu berkonsultasi dengan dokter kandungan atau dokter kulit, terutama jika produk mengandung bahan aktif yang memiliki potensi risiko selama kehamilan.
Keamanan ibu dan janin tetap menjadi prioritas utama saat memilih produk perawatan kulit selama masa kehamilan.



































