Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Ibu Hamil Korban Penganiayaan di Terowongan Tembung Bantah Rekam Tawuran

Mistar.idKamis, 4 Juni 2026 19.27
journalist-avatar-top
AS
ibu_hamil_korban_penganiayaan_di_terowongan_tembung_bantah_rekam_tawuran

Mulana Kartika Nainggolan memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polrestabes Medan. (Foto: Putra/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Mulana Kartika Nainggolan (31), ibu hamil yang menjadi korban penganiayaan di kawasan Terowongan Tembung, memberikan klarifikasi terkait peristiwa yang viral di media sosial.

Ditemui Mistar usai dimintai keterangan oleh Unit Resmob Polrestabes Medan, Kamis (4/6/2026), Mulana membantah tudingan yang menyebut dirinya merekam aksi tawuran sebelum insiden penganiayaan terjadi.

Ia menjelaskan, peristiwa bermula saat dijemput suaminya sepulang kerja. Ketika melintas di kawasan Terowongan Tembung, tepat di bawah rel kereta api, mereka melihat aksi tawuran yang disebut kerap terjadi di lokasi tersebut.

Karena sedang hamil, Mulana dan suaminya memilih berhenti di pinggir jalan dan tidak berani melintasi area yang sedang terjadi lemparan batu.

“Kami tidak merekam tawuran itu. Saya sedih karena ada berita yang menyebut saya merekam kejadian tawuran yang viral tersebut,” ujarnya.

Menurut Mulana, saat mereka berhenti, kondisi lalu lintas di lokasi tidak mengalami kemacetan. Namun, dua pria yang belakangan diketahui sebagai pelaku diduga memaksa mereka untuk tetap melintas di lokasi tawuran.

Ia mengaku telah menjelaskan bahwa dirinya dan suami tidak berani melintas karena khawatir terhadap keselamatan, mengingat dirinya sedang mengandung.

Namun, penjelasan tersebut diduga tidak diterima para pelaku. Tidak lama kemudian, salah seorang pelaku menghampiri dan langsung memukul suaminya.

“Saya bilang kami tidak berani lewat karena ada tawuran. Tetapi setelah itu suami saya langsung dipukul,” tuturnya.

Melihat suaminya dianiaya, Mulana berusaha merekam kejadian tersebut sebagai bukti untuk laporan ke polisi. Namun, upaya itu gagal karena telepon genggamnya terjatuh saat keributan berlangsung.

Tak hanya itu, Mulana juga mengaku menjadi korban kekerasan fisik. Ia menyebut salah seorang pelaku menendang perutnya yang sedang hamil.

“Setelah itu datang satu pelaku lagi dan menendang perut saya. Jadi memang ada dua pelaku,” ungkapnya.

Selain penganiayaan, Mulana mengaku dirinya dan suami juga sempat mendapat ancaman menggunakan senjata api dari pelaku.

Akibat kejadian tersebut, Mulana mengaku mengalami tekanan psikologis dan kelelahan karena harus menjalani pemeriksaan serta mengurus proses hukum dalam dua hari terakhir.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada saksi yang merekam kejadian dan kepada pihak kepolisian yang telah menangani kasus tersebut hingga para pelaku berhasil diamankan.

“Saya berterima kasih kepada saksi yang merekam kejadian dan kepada pihak kepolisian yang sudah membantu menyelesaikan persoalan ini sampai pelakunya ditangkap,” katanya.

Sebelumnya, Unit Resmob Polrestabes Medan menangkap dua pria yang diduga melakukan penganiayaan terhadap pasangan suami istri yang videonya viral di media sosial.

Kedua pelaku diketahui bernama Zulyarham dan Zulfikar. Keduanya ditangkap di kediaman masing-masing di Jalan Bersama, Gang Bantan, Kota Medan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN