Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Janin Ibu Hamil Korban Penganiayaan di Terowongan Tembung Dipastikan Sehat

Mistar.idKamis, 4 Juni 2026 19.39
journalist-avatar-top
AS
janin_ibu_hamil_korban_penganiayaan_di_terowongan_tembung_dipastikan_sehat

Mulana Kartika Nainggolan bersama suaminya, Manongap Purba, usai memberikan keterangan di depan Gedung Satreskrim Polrestabes Medan. (Foto: Putra/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kondisi janin yang dikandung Mulana Kartika Nainggolan (31), korban penganiayaan yang viral di kawasan Terowongan Tembung, dipastikan dalam keadaan sehat setelah menjalani pemeriksaan medis.

Mulana, yang tengah mengandung tujuh minggu atau memasuki trimester pertama kehamilan, mengaku sempat diliputi kekhawatiran setelah mengalami kekerasan fisik, termasuk tendangan ke bagian perut saat insiden tersebut terjadi.

“Puji Tuhan, hasil USG tadi menunjukkan kandungan saya sehat,” ujarnya saat ditemui, Kamis (4/6/2026).

Mulana mengatakan kehamilan yang sedang dijalaninya memiliki arti yang sangat penting bagi dirinya dan sang suami. Sebab, sebelum kehamilan saat ini, ia pernah mengalami keguguran pada akhir tahun lalu.

“Kalau dibilang anak pertama, memang ini akan menjadi anak pertama kami. Sebelumnya saya pernah hamil, tetapi mengalami keguguran. Puji Tuhan, kami kembali dipercaya untuk memiliki anak,” tuturnya.

Perempuan berusia 31 tahun itu mengaku masih sulit melupakan kejadian yang menimpanya. Selain menyaksikan suaminya menjadi korban penganiayaan, ia juga merasakan sakit di bagian perut setelah ditendang oleh pelaku.

“Yang saya rasakan saat itu sakit sekali di bagian perut. Tetapi karena melihat suami saya dipukul, rasa sakit itu tidak lagi saya pikirkan,” katanya.

Usai kejadian, Mulana dan suaminya menjalani pemeriksaan di RSUD Dr Pirngadi Medan. Namun, ia menegaskan kedatangan mereka ke rumah sakit bukan untuk menjalani perawatan inap, melainkan melakukan pemeriksaan medis dan visum.

“Sebenarnya bukan dirawat. Kami datang untuk pemeriksaan dan visum. Suami saya menjadi korban pemukulan, sementara saya juga mengalami kekerasan, termasuk ditendang di bagian perut,” ungkapnya.

Sementara itu, kondisi suaminya, Manongap Purba, masih mengalami luka akibat penganiayaan. Mulana menyebut suaminya mengalami luka di bagian dagu dan pipi akibat pukulan yang diterima saat kejadian.

“Kalau suami saya masih ada luka di bagian dagu dan pipi. Memang tidak separah saat malam kejadian karena sudah kami lakukan perawatan secara bertahap,” ujarnya.

Meski masih mengalami trauma dan kelelahan akibat peristiwa tersebut, Mulana bersyukur kondisi kandungannya tidak mengalami gangguan. Ia juga berharap proses hukum terhadap para pelaku dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Trauma tentu masih ada, begitu juga rasa lelah. Saya berharap para pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” katanya.


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN