Gempa Magnitudo 5,6 di Gayo Lues Akibat Pergeseran Sesar Oreng

Titik koordinat gempa magnitudo 5,6 di Kabupaten Gayo Lues. (Foto: Dok. BMKG)
Medan, MISTAR.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan penyebab gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Rabu (22/7/2026), pukul 11.18 WIB.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut terjadi akibat aktivitas sesar oreng dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
"Gempa yang terjadi jenis gempa dangkal diduga akibat aktivitas sesar oreng. Gempa ini memiliki mekanisme pergerakan geser. Gempa ini tidak berpotensi tsunami," kata Wijayanto dalam keterangan pers.
Wijayanto menjelaskan bahwa gempa ini berpusat di darat dengan titik koordinat 4.24° LU, 97.56° BT dan kedalaman 9 km pada jarak 36 km timur laut Gayo Lues.
"Berdasarkan laporan masyarakat dan estimasi peta guncangan, gempa dirasakan dengan skala intensitas V Modified Mercalli Intensity (MMI) atau getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang, dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti di Gayo Lues," ucapnya.
Lanjut dia, wilayah Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah IV MMI atau pada siang hari dirasakan orang banyak dalam rumah, beberapa orang di luar rumah, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, serta dinding berbunyi.
"Wilayah Medan, Deli Serdang, Sibolga, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tamiang III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Wilayah Langsa, Pidie dan Pidie Jaya II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang," ujar Wijayanto.
Wijayanto mengatakan, hingga pukul 11.30 WIB telah terjadi dua kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 4,3. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tak panik dan tidak terpengaruh dengan kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari bangunan retak atau rusak yang diakibatkan gempa," tuturnya.[]

























