Kemenkes Targetkan 3.640 Lokus Tracing TB di 33 Daerah Sumut

Ilustrasi pelaksanaan lokus tracing. (Foto: GeminiAI/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan pembentukan ribuan lokus tracing atau pelacakan kontak erat dari pasien yang telah didiagnosis TB aktif di 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara (Sumut).
Kemudian, percepatan skrining penyakit Tuberkulosis (TB) akan diintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Sumut.
"Lokus paket tracing yang terintegrasi dengan program CKG di Sumut, total ada 3.640 lokus yang akan tersebar di 33 kabupaten/kota," ujar Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., melalui keterangan tertulis pada Rabu (22/7/2026).
Benjamin turut merincikan masing-masing jumlah lokus tracing di sejumlah daerah di Sumut. Misalnya Kota Medan ada 661 tempat, Deli Serdang 480 tempat, Langkat 234 tempat, Simalungun 228 tempat, Asahan 177 tempat.
Selain itu, Serdang Bedagai 144, Mandailing Natal 136, Labuhanbatu 116, Tapanuli Tengah 103, Batubara 104, Pematangsiantar 88, Nias Selatan 85, Karo 82, Binjai 81, Dairi 75, Labuhanbatu Utara 73, Tapanuli Utara 65.
Selanjutnya ada Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan 64, Labuhanbatu Selatan 61, Tebing Tinggi dan Tanjung Balai 55, Padang Lawas Utara 51, Padang Lawas 49, Toba Samosir 46.
Kemudian beberapa daerah lainnya, Nias 45, Humbang Hasundutan 42, Sibolga 41, Nias Utara 40, Gunung Sitoli 34, Nias Barat 25, Samosir 21 dan Pakpak Bharat 10.[]
























