Wamenkes Soroti Perbedaan Biaya Pengobatan TB SO dan TB RO di Faskes

Wamenkes dr Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR. (foto:berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID (22/7/2026) – Beban biaya pengobatan Tuberkulosis (TB) Sensitif Obat (SO) dan TB Resisten Obat (RO) menjadi kendala bagi fasilitas kesehatan, mengingat pembiayaan kedua jenis pengobatan tersebut berbeda.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR, turut menanggapi persoalan tersebut dalam kunjungannya ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan, kemarin.
"TB RO sama TB sensitif obat tidak sama (pembiayaannya) karena rumah sakit bisa rugi. Maka sudah saya sampaikan kepada Direktur BPJS Kesehatan kemarin tentang ini," ujar Benjamin kepada Mistar, Selasa (21/7/2026).
Dijelaskan Benjamin, saat ini pembiayaan TB RO dan TB SO dibedakan karena TB RO memiliki biaya pengobatan lebih mahal dibandingkan TB SO. Namun, kebijakan tersebut masih dalam proses pengujian sebelum diterapkan secara nasional.
"Sedang proses diuji cobakan di Indonesian Diagnosis Related Groups (IDRG). Jadi, kalau sukses nanti bisa dilakukan secara nasional. Namun, saat ini kita akan terapkan di empat wilayah dulu selama kurun waktu tiga bulan ini," ucapnya.
Menurut dokter spesialis paru itu, jelas terlihat pembiayaan kedua penyakit tersebut tidak sama karena obat TB SO lebih murah, sedangkan TB RO lebih mahal. Sehingga, perlu dilakukan pembedaan pembiayaan untuk ke depannya.
Usulan tersebut, dikatakan Benjamin, akan diterapkan jika BPJS Kesehatan telah menyetujui rencana tersebut. Saat ini, Kementerian Kesehatan masih menunggu proses berjalan sesuai regulasi. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Benarkah Sering ‘Kretek’ Leher Bisa Picu Stroke?

























