Benarkah Sering ‘Kretek’ Leher Bisa Picu Stroke?

Ilustrasi (Foto: Getty Images/Cecilie_Arcurs)
Jakarta, MISTAR.ID – Sering meregangkan leher ke kiri dan kanan hingga berbunyi 'krek' dipercaya bisa memicu stroke.
Masalah ini menjadi perbincangan di media sosial setelah seorang pengguna Instagram mengabarkan ada seorang perempuan yang terkena stroke lantaran sering meregangkan leher.
Membunyikan atau "mengretek" leher kerap menjadi cara yang dipilih banyak orang untuk meredakan pegal di area kepala dan leher. Sensasi bunyi yang muncul memang sering memberikan rasa lega, meski hanya berlangsung sementara.
Namun, muncul pertanyaan apakah kebiasaan tersebut dapat memicu stroke. Sejumlah kasus menunjukkan stroke memang dapat terjadi setelah seseorang meregangkan leher hingga terdengar bunyi "kretek", meski kejadian seperti ini tergolong jarang.
Salah satu kasus dialami KayLynne Felthager, perempuan asal Amerika Serikat. Ia mengalami stroke setelah meregangkan lehernya. Sebelumnya, KayLynne diketahui memiliki kebiasaan membunyikan persendian leher setiap kali merasa sakit kepala mulai datang.
Mengutip CNN Indonesia, Rabu (22/7/2026), suatu hari ia mencoba membunyikan persendian lehernya. Awalnya ia merasa lega, namun perlahan ia merasakan nyeri tajam dan hebat yang menjalar ke leher dengan cara yang tidak biasa.
Rasa sakit itu tak kunjung hilang selama beberapa hari setelahnya, hingga ia juga kesulitan menggerakkan kepalanya. Sampai pada suatu titik, ia menyadari bahwa dirinya tidak bisa mengucapkan kata-kata dengan jelas.
Dari sana, pemeriksaan dilakukan. Dokter mendiagnosisnya terkena serangan stroke.
Kebiasaan membunyikan persendian leher sering kali dianggap sepele dan tidak berbahaya. Meski jarang terjadi, dokter saraf Priyam Bordoloi menegaskan, kebiasaan itu memang bisa memicu stroke yang berisiko mengancam jiwa.
"Leher berisi arteri karotis dan arteri vertebralis yang membawa darah ke otak. Putaran tiba-tiba dan kuat terkadang dapat merobes lapisan dalam arteri ini," kata Bordoloi.
Cedera tersebut dapat menyebabkan robekan pada dinding arteri, darah menggumpal di dalam dinding pembuluh, pembekuan darah, gumpalan darah yang menuju otak, hingga penyumbatan aliran darah.
Diseksi arteri serviks, menurut Bordoloi, jadi salah satu penyebab utama stroke pada orang-orang sehat di bawah usia 45 tahun. Diseksi arteri serviks sendiri disebabkan oleh trauma atau tekanan berat pada leher, seperti kebiasaan membunyikan persendian leher.
Bordoloi mengingatkan agar tidak memaksakan untuk membunyikan persendian leher. Pasalnya, tulang belakang dan pembuluh darah di leher harus ditangani dengan hati-hati.
Tanda-tanda peringatan stroke
Bordoloi meminta masyarakat untuk mengingat tanda-tanda peringatan stroke. Berikut di antaranya:
- Salah satu sisi wajah tampak terkulai atau senyum tidak simetris;
- Kelemahan atau mati rasa mendadak pada salah satu lengan;
- Bicara cadel atau sulit berbicara.
- Segera cari perawatan media jika mengalami beberapa gejala di atas. Jangan menunggu gejala membaik. (Cnn)























