3 ASN Ditembak KKB hingga Tewas, DPR Desak Pemerintah Bertindak Tegas

Aparat kepolisian saat mengevakuasi ketiga korban penembakan ke RSUD Wamena/ Doc. Humas Operasi Damai Cartenz. (Foto: Kompas)
Papua, MISTAR.ID – Tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas dalam penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion Syamsuddin Rogo mendesak pemerintah mengambil langkah tegas terhadap pelaku. Ia menilai penembakan terhadap warga sipil merupakan tindakan tidak manusiawi dan bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat.
“Tindakan KKB yang menembak tiga pegawai Dinas Pertanian ini adalah tindakan yang tidak manusiawi. Ini adalah pelanggaran HAM yang tidak boleh ada toleransi,” kata Mafirion kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).
Menurut Mafirion, kejadian tersebut bukan kali pertama kekerasan terhadap warga sipil terjadi di wilayah konflik Papua. Pemerintah, kata dia, harus memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan.
DPR Soroti Ancaman terhadap Warga Sipil
Mafirion menilai penembakan tiga ASN tersebut tidak hanya menjadi persoalan kriminal, tetapi juga menunjukkan masih adanya ancaman serius terhadap keamanan masyarakat di wilayah konflik.
Ia khawatir kekerasan yang terus terjadi membuat masyarakat dan warga sipil yang menjalankan tugas di daerah tersebut hidup dalam ketakutan.
“Kalau tidak ada tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku, masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut dan warga sipil yang bertugas di sana akan terus hidup dalam rasa takut,” ujarnya.
Ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang normal.
Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, warga sipil merupakan kelompok yang sangat rentan ketika konflik bersenjata terus berlangsung.
“Negara harus hadir memberikan perlindungan. Semua warga negara Indonesia, di mana pun berada, memiliki hak yang sama untuk hidup aman dan tanpa rasa takut,” kata Mafirion.
Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak
Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz memastikan ketiga korban merupakan ASN yang bekerja di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.
Ketiga korban masing-masing berinisial WB (24), AR (49), dan AAM (35).
AR diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Sementara WB dan AAM juga tercatat sebagai ASN di instansi yang sama.
Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Faizal Ramadhani mengatakan ketiganya merupakan bagian dari rombongan Dinas Pertanian yang baru selesai melakukan peninjauan kegiatan cetak sawah.
Dua Korban Tewas di Lokasi, Satu Meninggal di Rumah Sakit
Penembakan tersebut menyebabkan AR dan AAM meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara WB sempat dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan ia kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Dengan demikian, seluruh tiga ASN yang menjadi korban dalam insiden tersebut meninggal dunia.
Pelaku Penembakan Masih Diselidiki
Berdasarkan penyelidikan dan pendalaman awal aparat, penembakan tersebut diduga dilakukan KKB yang berasal dari wilayah Nduga.
Namun, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan identitas dan keterlibatan pihak yang bertanggung jawab.
Satgas Operasi Damai Cartenz juga masih mengumpulkan bahan keterangan terkait insiden tersebut.
Dengan proses penyelidikan yang masih berjalan, dugaan keterlibatan kelompok tertentu belum dapat dinyatakan sebagai kesimpulan akhir sebelum aparat memperoleh bukti dan hasil penyidikan yang lengkap.
Sementara itu, desakan agar pemerintah memperkuat perlindungan terhadap warga sipil kembali mengemuka setelah tiga ASN yang tengah menjalankan tugas di Jayawijaya menjadi korban kekerasan bersenjata.
PREVIOUS ARTICLE
Sekitar 4.000 Pegawai Kementerian PU Terindikasi Judol

































