Thursday, September 10, 2026
home_banner_first
NASIONAL

APBN Bisa Dipakai untuk Saldo Awal Rekening Warga, Pemerintah Siapkan Rp11 Triliun

Mistar.idKamis, 10 September 2026 pukul 09.34 WIB
apbn_bisa_dipakai_untuk_saldo_awal_rekening_warga_pemerintah_siapkan_rp11_triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memberikan saldo awal pada rekening bank masyarakat.

Program tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta masyarakat memiliki rekening bank. Pemerintah menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) untuk menyediakan rekening tersebut.

Purbaya mengatakan, pemerintah masih memungkinkan mengalokasikan dana APBN sebagai saldo awal rekening masyarakat. Menurut dia, kebutuhan anggaran untuk program itu relatif tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan keseluruhan belanja negara.

“Mungkin ya. Kan kalau Rp50.000 kali sekian saya, enggak banyak-banyak amat lah kalau saya lihat,” ujar Purbaya saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Rabu (9/9/2026).

Bisa Diambil dari Cadangan Belanja Pemerintah

Purbaya menjelaskan, anggaran untuk memberikan saldo awal rekening dapat berasal dari pos cadangan belanja pemerintah.

“Cadangan belanja pemerintah ada, selalu ada. Saya lihat masih masuk,” katanya.

Pernyataan tersebut muncul setelah pemerintah mengungkap kebutuhan anggaran sekitar Rp11 triliun untuk menjalankan program pembukaan rekening secara massal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyebut program tersebut akan menyasar lebih dari 200 juta masyarakat. Setiap rekening direncanakan memperoleh dana awal sebesar Rp50.000.

Sasar Lebih dari 200 Juta Masyarakat

Airlangga mengatakan pembiayaan program pembukaan rekening tersebut bersumber dari APBN. Namun, pemerintah masih mengkaji apakah seluruh anggarannya akan dibebankan pada APBN 2026 atau sebagian baru dialokasikan melalui APBN 2027.

“Dari APBN. Totalnya kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira 600 juta dollar AS atau sekitar Rp11 triliun lah,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Dengan target lebih dari 200 juta masyarakat, program ini menjadi salah satu agenda pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan.

BRI dan BSI ditugaskan sebagai bank penyedia rekening. Pemerintah juga menyiapkan skema dana awal yang nantinya dapat ditempatkan ke rekening masyarakat sesuai kebijakan program.

Anggaran Masih Dikaji

Meski sumber pembiayaan telah diarahkan dari APBN, pemerintah masih harus menentukan pengalokasian anggaran secara lebih rinci, termasuk pembagian beban antara tahun anggaran 2026 dan 2027.

Purbaya memastikan pemerintah memiliki ruang fiskal melalui cadangan belanja untuk mendukung program tersebut. Namun, besaran dan mekanisme penggunaan anggaran tetap menjadi bagian dari pembahasan pemerintah.

Program ini juga sebelumnya dikaitkan dengan rencana penyaluran bantuan sosial (bansos), sehingga kepemilikan rekening masyarakat diharapkan dapat mendukung penyaluran berbagai program pemerintah secara lebih terarah.

Jika terealisasi, pembukaan rekening secara massal tersebut akan menjadi program berskala besar karena menyasar ratusan juta masyarakat dengan dukungan anggaran negara.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN