Singkirkan Zheng Qinwen di US Open, Rybakina Jadi Petenis Putri Nomor Satu Dunia

Petenis Kazakhstan, Elena Rybakina, melaju ke semifinal US Open usai menyingkirkan Zheng Qinwen. (foto: AFP/Timothy A Clary)
New York, MISTAR.ID - Elena
Rybakina memastikan untuk pertama kalinya dalam karier akan menduduki peringkat satu dunia setelah mengalahkan Zheng Qinwen pada perempat final US Open, Rabu (9/9/2026) waktu setempat.
Dilansir AFP, Kamis (10/9/2026), petenis Kazakhstan berusia 27 tahun itu bangkit setelah kehilangan set pertama untuk menundukkan juara Olimpiade asal China tersebut dengan skor 3-6, 6-1, 6-4 dalam pertandingan berdurasi dua jam 14 menit di Arthur Ashe Stadium.
Kemenangan tersebut memastikan Rybakina akan menggantikan Aryna Sabalenka di puncak peringkat dunia pada pembaruan ranking pekan depan.
“Untuk saat ini itu hanya sebuah angka. Tentu saja saya berada di semifinal. Ini pencapaian luar biasa, tetapi selama pertandingan saya hanya perlu fokus pada permainan saya,” kata Rybakina seusai laga.
Rybakina menjadi petenis Kazakhstan pertama yang mencapai peringkat satu dunia sekaligus perempuan ke-30 yang pernah menempati posisi teratas.
“Ini sesuatu yang akan sangat dibanggakan ketika Anda melihat kembali pada akhir tahun. Tidak peduli berapa lama Anda bertahan, itu tetap sebuah pencapaian dan saya merasa sangat bangga,” ujarnya.
Keberhasilan Rybakina juga mengakhiri peluang Sabalenka, Coco Gauff, dan Jessica Pegula untuk meninggalkan Flushing Meadows sebagai petenis nomor satu dunia.
Unggulan kedua itu kini melaju ke semifinal dan akan menghadapi pemenang pertandingan antara petenis Amerika Serikat Coco Gauff dan Mirra Andreeva asal Rusia.
Rybakina juga menjaga peluang meraih gelar Grand Slam ketiganya. Sebelumnya, ia menjuarai Wimbledon 2022 dan Australian Open tahun ini.
Namun, langkah Rybakina menuju semifinal tidak berjalan mudah. Zheng memenangi set pertama 6-3 setelah merebut servis lawannya pada gim kedelapan.
Rybakina kemudian meningkatkan agresivitas pada set kedua. Ia langsung membuka set dengan dua ace beruntun sebelum mematahkan servis Zheng dan mengambil kendali pertandingan untuk menang 6-1.
Pada set penentuan, kedua pemain sama-sama mampu mempertahankan servis hingga kedudukan 4-4. Titik balik terjadi pada gim kesembilan ketika Zheng melakukan double fault yang memberi Rybakina break penting.
Rybakina kemudian mempertahankan servisnya untuk menutup pertandingan dengan kemenangan 6-4.
“Saya tidak memulai dengan baik. Saya sedikit kesulitan. Kami terlibat reli panjang dan saya membuat kesalahan. Saya mencoba bermain lebih agresif karena merasa sebelumnya tidak cukup menekan,” kata Rybakina.
Hasil tersebut memperpanjang dominasi Rybakina atas Zheng menjadi lima kemenangan dari enam pertemuan.
Bagi Zheng, kekalahan ini menggagalkan peluangnya untuk mencapai semifinal US Open untuk pertama kali.
Meski demikian, petenis berusia 23 tahun yang kini berada di peringkat 121 dunia itu mencatat perjalanan panjang di New York setelah melewati babak kualifikasi dan mengoleksi tujuh kemenangan.
Zheng diperkirakan kembali menembus 60 besar dunia pada pembaruan peringkat pekan depan setelah sebelumnya absen sekitar delapan bulan akibat operasi siku.
“Saya mendapat banyak peluang di set ketiga, tetapi tidak bisa memanfaatkannya. Sedikit disayangkan kalah dalam pertandingan ini, tetapi tentu saja saya bisa mengambil banyak hal positif dari US Open tahun ini,” ujar Zheng. (*)





































