Wednesday, September 9, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

PBSI Rombak Tiga Pasangan Ganda Campuran, Disiapkan Menuju Olimpiade

Mistar.idKamis, 10 September 2026 pukul 07.45 WIB
pbsi_rombak_tiga_pasangan_ganda_campuran_disiapkan_menuju_olimpiade_

Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu berhasil melangkah ke semifinal Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. (foto: PBSI/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kembali melakukan perubahan komposisi di sektor ganda campuran.

Tiga pasangan baru disiapkan untuk diuji dalam sejumlah turnamen internasional sebagai bagian dari pencarian formula terbaik menuju Olimpiade mendatang.

Kepala Pelatih Ganda Campuran PBSI, Nova Widianto, mengatakan salah satu pasangan baru tersebut adalah Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Selain itu, Bagas Maulana yang sebelumnya berduet dengan Indah Cahya Sari Jamil kini dipasangkan dengan Apriyani Rahayu. Sementara Indah akan menjalani debut bersama N. Nawaf Khoiriyansyah.

Ketiga pasangan tersebut akan menjalani debut pada turnamen berbeda. Dejan/Felisha dijadwalkan tampil di Denmark Open, Bagas/Apriyani turun pada Indonesia International Challenge 2026 di Surabaya, sedangkan Nawaf/Indah akan memulai kiprahnya di Malaysia Super 100.

Nova mengatakan perubahan tersebut dilakukan untuk menemukan kombinasi pasangan yang paling sesuai dengan kebutuhan sektor ganda campuran Indonesia.

"Sekarang kami sedang mencari format terbaik untuk sektor ganda campuran. Karena itu, beberapa kombinasi pasangan seperti Dejan/Felisha, Bagas/Apriyani dan Nawaf/Indah akan kami coba," kata Nova dalam keterangan PBSI dilansir, Rabu (9/9/2026).

Menurut Nova, ketiga pasangan tidak langsung diputuskan sebagai komposisi permanen. Mereka akan diberi kesempatan tampil di beberapa turnamen untuk melihat perkembangan masing-masing pasangan.

Aspek yang akan menjadi bahan evaluasi meliputi chemistry, komunikasi, pola permainan hingga konsistensi ketika bertanding.

"Mereka akan bermain di beberapa turnamen untuk melihat bagaimana hasilnya, termasuk chemistry, komunikasi, pola permainan, dan konsistensi mereka di lapangan. Dari situ nanti akan kami evaluasi," ujarnya.

Nova menegaskan, eksperimen tersebut merupakan bagian dari program jangka panjang PBSI dalam mempersiapkan kekuatan ganda campuran Indonesia menghadapi persaingan di masa mendatang, termasuk menuju Olimpiade berikutnya.

"Mudah-mudahan dari proses ini kami bisa mendapatkan format pasangan yang paling tepat dan kompetitif untuk ke depannya," ucap Nova.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN