Abu Vulkanik Bisa Picu Serangan Asma Pada Anak

Anak-anak terdampak abu vulkanik Gunung Sinabung menggunakan masker. (Foto: Dinkes Sumut/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Paparan abu vulkanik dapat memicu serangan akut atau memperburuk kondisi asma pada anak. Orang tua diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama jika anak memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Wahyuni Indawati, Sp.A, mengatakan anak dengan riwayat asma maupun penyakit paru kronis berisiko mengalami masalah kesehatan ketika terpapar abu vulkanik.
"Paparan abu mampu memicu serangan akut atau eksaserbasi (pemburukan penyakit) yang tentu berbahaya bagi anak," ujarnya melalui pesan tulis kepada Mistar, Rabu (9/9/2026).
Wahyuni menjelaskan, bayi dengan riwayat displasia bronkopulmoner (BPD), yakni penyakit paru kronis yang menyerang bayi baru lahir, juga termasuk kelompok berisiko tinggi.
Selain itu, anak yang memiliki penyakit jantung bawaan juga masuk dalam kategori tersebut. Karena itu, orang tua diminta tidak menganggap remeh gejala yang muncul setelah anak terpapar abu vulkanik.
"Kami sarankan kepada para orang tua untuk membawa anaknya ke fasilitas kesehatan, jika melihat tanda gangguan seperti napas cepat maupun saturasi oksigen dibawah 94 persen," katanya.
Dokter Subspesialis Respirologi Konsultan itu menambahkan, dampak abu vulkanik tidak hanya menyerang saluran pernapasan. Paparan juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata.
Wahyuni turut mengingatkan orang tua yang memiliki anak dengan riwayat penyakit asma atau alergi saluran napas untuk menyiapkan obat rutin maupun obat darurat yang biasa digunakan anak.[]
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER

































