Kejar Eliminasi TB, Dinkes Dairi Tracing dan Screening 3.000 Warga di 32 Desa

Tim medis sedang melakukan pemeriksaan sejumlah warga di Desa Pegagan Julu VI. (Foto: Dinkes Dairi/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dairi melakukan penelusuran kontak erat (tracing) dan screening terhadap sekitar 3.000 warga di 32 desa yang menjadi lokasi khusus (lokus), sebagai upaya mendukung percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) pada 2030.
Kepala Dinkes Dairi, dr Henry Manik, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah nyata untuk menemukan kasus TB sedini mungkin sekaligus memutus mata rantai penularan penyakit tersebut. Hal itu disampaikan Henry saat dikonfirmasi Mistar melalui WhatsApp, Rabu (9/9/2026).
"Penelusuran epidemiologi, plus pemeriksaan kesehatan menyasar masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat bersama pasien terdiagnosis TB. Lalu langkah agresif diambil untuk menemukan kasus sedini mungkin dan memutus mata rantai penyakit paru tersebut," kata Henry.
Menurut Henry, kegiatan dikemas secara interaktif dan inklusif untuk menarik partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan tersebut mengusung tema "Ngobrolin TB Bersama Masyarakat" dengan pendekatan persuasif.
"Masyarakat diberikan edukasi promosi kesehatan mengenai pengenalan, gejala, pencegahan, serta tata laksana penyembuhan TB secara gratis," ujarnya.
Dijelaskan Henry, pelaksanaan di lapangan dibagi dalam dua tahapan. Tahap pertama berupa edukasi dan screening awal. Masyarakat berkumpul di lokus desa untuk mendapatkan edukasi interaktif mengenai TB serta menjalani pemeriksaan kesehatan, seperti pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Tahap kedua berupa asesmen medis dan penegakan diagnosis. Warga yang dinilai masuk kategori prioritas atau mengalami gejala akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.
Bagi warga yang dinilai masuk kategori prioritas atau bergejala, tim medis akan mengarahkan mereka menjalani pemeriksaan dahak serta rontgen paru.
Untuk mempercepat pemeriksaan rontgen, Dinkes menurunkan tim dari puskesmas setempat yang berkolaborasi dengan radiografer Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang. Tim tersebut membawa unit mobile X-Ray langsung ke lokasi desa.
Sementara itu, pemerintah desa bersama perangkat desa berperan dalam memobilisasi masyarakat agar hadir dan memanfaatkan fasilitas pemeriksaan yang disediakan.
Henry mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen mewujudkan masyarakat Dairi yang bebas dari ancaman TB, sehingga dapat tumbuh menjadi masyarakat yang sehat, tangguh, dan produktif.
"Mengingat program ini masih terus berjalan dan menyisakan beberapa wilayah sasaran, Dinkes Dairi mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan aparat desa untuk terus bergandengan tangan. Mari kita sukseskan sisa rangkaian kegiatan ini dengan penuh kegembiraan dan semangat untuk hidup sehat. Jangan takut memeriksakan diri, karena mencegah dan mengobati TB sejak dini adalah bukti kasih sayang kita kepada keluarga dan lingkungan sekitar," kata Henry.
Terkait jumlah kasus TB yang ditemukan dan sudah ditangani, Henry menyebut datanya masih dalam proses. Namun, dari sekitar 3.000 warga yang telah diperiksa, sementara terdapat 63 warga yang dinyatakan positif berdasarkan hasil rontgen. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Rekomendasi IDAI Lindungi Anak dari Paparan Abu Vulkanik

































