Wednesday, September 9, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Asap Karhutla RI Nyebrang ke Filipina, Udara Masuk Kategori Berbahaya

Mistar.idRabu, 9 September 2026 pukul 18.34 WIB
asap_karhutla_ri_nyebrang_ke_filipina_udara_masuk_kategori_berbahaya_

Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali menyelimuti Filipina. (Foto: CNN/Viory)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (9/9/2026) – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, karhutla, di Indonesia kembali menyeberang ke negara tetangga. Filipina menjadi korban terbaru.

Sejumlah wilayah di Filipina mencatat kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat pada Selasa (8/9/2026). Kondisi terparah terjadi di kawasan Davao.

Kepala Divisi Pemantauan dan Penegakan Lingkungan DENR-XI, Miralou Blanco, mengatakan kadar PM2.5 di Davao mencapai 157,08.

Angka itu masuk kategori "sangat tidak sehat".PM2.5 adalah partikel polutan berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil.

Partikel ini sangat berbahaya karena bisa masuk ke paru-paru dan memicu stroke, kanker paru, hingga penyakit paru obstruktif kronis.

"Mulai 30 Agustus, kami telah mencatat indeks kualitas udara tidak sehat di stasiun Calinan. Ini dapat mengancam kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, hingga penderita penyakit pernapasan," ujar Blanco dikutip kantor berita PIA.

Ia mengimbau warga Davao untuk memakai masker N95 dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

Filipina bukan satu-satunya negara yang terdampak. Malaysia, Singapura, dan Brunei juga sudah merasakan imbas kabut asap dari karhutla di Sumatra dan Kalimantan.

Malaysia bahkan sempat menetapkan status darurat asap.Kementerian Luar Negeri RI menyatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan negara-negara ASEAN.

"Indonesia senantiasa mengedepankan kerja sama dengan negara-negara tetangga, menjaga hubungan bilateral yang baik, khususnya dalam menghadapi isu lingkungan yang memiliki dampak lintas batas seperti kabut asap," kata Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl.(CNN/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN