Mata Air Hilang Pascaerupsi Sinabung, Petani Naman Teran Beralih Tanam Padi Darat

Petani padi asal Desa Sigarang-garang membersihkan areal tanamannya. (foto: Abay/Mistar)
Karo, MISTAR.ID - Sejumlah mata air yang sebelumnya mengairi persawahan petani di Desa Sigarang-garang, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, tidak lagi berfungsi setelah erupsi Gunung Sinabung.
Mata air tersebut disebut tertutup material lahar dingin dan abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung yang terjadi sejak 2010.
Kondisi itu membuat sebagian petani tidak lagi menanam padi di areal persawahan seperti sebelumnya.
Salah seorang petani, Irma br Ginting, mengatakan keluarganya mulai menanam padi darat sejak 2019.
“Sejak 2019 kami menanam padi di daratan, disebabkan mata air yang dari dulu ada sebelum Gunung Sinabung meletus kini sudah tidak berfungsi kembali,” ujar Irma, Kamis (10/9/2026).
Irma mengatakan keluarganya telah bercocok tanam padi secara turun-temurun. Menurutnya, sejumlah warga lain di Desa Sigarang-garang juga kini menanam padi darat.
Ia menyebut kondisi tanah setelah terdampak erupsi lebih subur dibandingkan sebelumnya.
Namun, menurut Irma, terdapat perbedaan antara padi sawah dan padi darat dari sisi frekuensi panen.
“Padi sawah bisa melakukan panen dalam jangka satu tahun tiga kali. Sementara untuk padi darat hanya setahun dua kali,” katanya.
Irma juga mengatakan benih yang digunakan untuk padi darat berbeda dengan benih padi sawah. (*)






































