Sutarto Desak BGN Bertanggung Jawab atas Kondisi Korban Keracunan MBG

Wakil Ketua DPRD Sumut, Sutarto, saat mengunjungi Febiola di Rumah Sakit beberapa waktu lalu. (Foto:dokumen Sutarto/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (10/9/2026) - Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut), Sutarto, mendesak pemerintah bertanggung jawab, khususnya kepada Badan Gizi Nasional (BGN), untuk memastikan FP (16) mendapatkan perawatan yang layak hingga pulih sepenuhnya.
Hal itu dikatakan politikus PDIP itu merujuk pada peristiwa yang dialami FP akibat keracunan makanan MBG pada 13 Agustus 2026 lalu. Pasalnya, atas peristiwa itu, kini dirinya mengalami gangguan kesehatan yang cukup parah, termasuk gangguan ingatan.
"Hasil uji laboratorium mengenai jenis racun yang terlibat harus diungkapkan secara transparan, karena hal ini sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat. Situasi ini juga menjadi momentum bagi kita semua untuk melakukan evaluasi menyeluruh," ujarnya kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).
Ia menjelaskan bahwa ia telah menjenguk Febiola pada Sabtu, 22 Agustus 2026 lalu. Ia mengatakan, saat itu FP sedang berbaring di rumah sakit dan mengeluhkan nyeri perut serta sakit kepala.
"Saat itu, ia mengatakan tidak sanggup berdiri terlalu lama. Ia kemudian meminta izin untuk berbaring ketika kami sedang berbicara dengannya. Hal ini menunjukkan bahwa kondisinya masih belum stabil," katanya.
Sekretaris DPD PDI-P Sumut itu meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil alih dan bertanggung jawab penuh terhadap kondisi FP yang merupakan putri dari pasangan Icuk Sugiarto Purba dan Elvinus Lusiana Sitanggang.
"Kita juga harus mempertimbangkan kondisi orang tua yang telah mendampingi anak mereka di rumah sakit selama satu bulan. Saya sangat bersimpati; bagaimanapun juga, FP adalah siswa yang berprestasi," ucapnya.
Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa pemerintah, khususnya melalui BGN, harus segera menindaklanjuti hasil pertemuan antara orang tua korban dan DPRD Kabupaten Karo.
"Para orang tua menuntut kompensasi, jaminan terkait biaya rumah sakit, serta rencana perawatan bagi anak-anak setelah insiden keracunan MBG ini," tuturnya.
Lebih jauh, ia mendesak pemerintah untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan menjatuhkan sanksi tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat.
"Saya dapat memahami kecemasan yang dirasakan oleh para orang tua yang anaknya tertimpa tragedi ini. Kami ingin memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali," tegasnya. (hm27)



































