Tuesday, November 3, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

FIFA Buka Akses Dokumen Skema Bermasalah, tetapi Belum Jawab 50 Pertanyaan UEFA

Mistar.idSelasa, 3 November 2026 pukul 13.51 WIB
fifa_buka_akses_dokumen_skema_bermasalah_tetapi_belum_jawab_50_pertanyaan_uefa

Presiden FIFA Gianni Infantino. FIFA terpaksa membatalkan rencana penjualan sebagian kepemilikan hak Piala Dunia. (foto: Claudio Thoma/EPA via The Guardian)

Zurich, MISTAR.ID - FIFA akhirnya memberikan akses kepada anggota Dewan FIFA untuk memeriksa dokumen terkait skema FIFA Forward Enterprise (FFE) yang menuai kontroversi. Namun, badan sepak bola dunia itu belum memberikan jawaban langsung atas lebih dari 50 pertanyaan yang diajukan UEFA mengenai tata kelola organisasi dan sejumlah skandal dalam setahun terakhir.

Dilansir The Guardian, dalam surat yang dikirim Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, kepada anggota Dewan FIFA, disebutkan bahwa dokumen terkait FFE dapat diperiksa langsung di kantor pusat FIFA di Zurich, Swiss.

Meski demikian, akses tersebut dibatasi. Anggota dewan hanya diperbolehkan melihat dokumen di lokasi dengan menerapkan protokol kerahasiaan yang ketat. Mereka tidak mendapat kebebasan membawa atau menyebarluaskan dokumen tersebut.

FIFA menetapkan 16 November sebagai batas akhir pengajuan kunjungan untuk pemeriksaan dokumen. Jadwal ini menjadi sorotan karena hanya berselang dua hari sebelum batas waktu deklarasi kandidat pemilihan presiden FIFA tahun depan.

Sebelumnya, pada 19 Oktober, UEFA mengirimkan surat kepada Grafström berisi lebih dari 50 pertanyaan dan memberikan waktu dua pekan kepada FIFA untuk menjawabnya.

Pertanyaan tersebut mencakup skema FFE, kasus Folarin Balogun, pemberian FIFA Peace Prize, hubungan FIFA dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, serta sejumlah keputusan kontroversial lainnya.

UEFA juga meminta seluruh dokumen terkait FFE dibuka agar dapat diakses. Organisasi sepak bola Eropa itu menegaskan, setiap penolakan terhadap permintaannya harus disertai alasan yang jelas dan dijelaskan secara terpisah.

Batas waktu yang diberikan UEFA berakhir pada Senin malam. Namun, hingga tenggat tersebut berlalu, FIFA belum menyampaikan jawaban langsung atas seluruh pertanyaan.

FIFA beralasan jumlah pertanyaan yang diajukan UEFA terlalu banyak untuk dijawab dalam waktu dua pekan. Organisasi itu menyebut proses penyusunan tanggapan masih berlangsung dan nantinya akan dibagikan kepada anggota Dewan FIFA.

Persoalan ini juga berkaitan dengan upaya UEFA memperoleh informasi melalui jalur hukum. Pada Agustus lalu, UEFA mengajukan permohonan ke empat pengadilan di Amerika Serikat untuk membuka dokumen terkait FFE.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menyiapkan pengaduan pidana di Swiss atas dugaan salah urus keuangan dalam skema tersebut. Hingga kini, putusan awal dari pengadilan-pengadilan itu belum diterbitkan. Proses tersebut berpotensi memengaruhi jumlah informasi yang dapat diperiksa anggota Dewan FIFA.

Di sisi lain, FIFA menuduh UEFA melakukan tindakan yang disebut sebagai bentuk pelecehan dan penyebaran informasi keliru. FIFA juga membantah adanya pelanggaran yang dilakukan Presiden Gianni Infantino.

Ketegangan antara kedua organisasi tersebut berlangsung menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret mendatang.

UEFA bersama sejumlah sekutunya dilaporkan semakin dekat menemukan kandidat yang berpotensi menantang Infantino. Perkembangan mengenai kandidat penantang tersebut diperkirakan dapat muncul pada awal November.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN