Tuesday, October 13, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Gaji Rahasia hingga Konflik UEFA, Infantino Hadapi Ujian Berat Jelang Pemilihan Presiden FIFA 2027

Mistar.idSelasa, 13 Oktober 2026 pukul 16.12 WIB
gaji_rahasia_hingga_konflik_uefa_infantino_hadapi_ujian_berat_jelang_pemilihan_presiden_fifa_2027

Gaji Rahasia hingga Konflik UEFA, Infantino Hadapi Ujian Berat Jelang Pemilihan Presiden FIFA 2027. (foto ilustrasi:wikipedia/gemini/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (13/10/2026) — Gianni Infantino menghadapi tiga isu krusial yang berpotensi membayangi kepemimpinannya di FIFA: dugaan pembayaran tambahan yang tak diungkapkan kepada publik, perubahan peta dukungan menjelang pemilihan presiden 2027, serta konflik dengan UEFA terkait pengelolaan hak komersial turnamen.

Sorotan terbaru muncul setelah The Times pada 12 Oktober 2026 melaporkan dugaan pembayaran tambahan kepada Infantino melalui entitas penyelenggara Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Di tengah polemik tersebut, 54 asosiasi anggota sepak bola Afrika justru menyatakan dukungan terhadap pencalonannya, sementara Asosiasi Sepak Bola Swiss menarik dukungan.

Rangkaian persoalan ini menempatkan transparansi, akuntabilitas, dan distribusi pendapatan sebagai isu penting dalam masa depan tata kelola sepak bola dunia.

Dugaan Gaji Tambahan Infantino Jadi Sorotan

Laporan The Times mengungkap dugaan pembayaran sekitar US$1,76 juta kepada Infantino melalui FWC2026 US Inc., entitas yang terkait dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2026. ESPN juga memberitakan pembayaran tersebut dengan merujuk dokumen keuangan dan pelaporan kepada otoritas pajak Amerika Serikat.

Menurut ESPN, pembayaran yang dilaporkan pada 2024 mencapai sekitar US$1,72 juta. Angka tersebut berbeda dari laporan The Times, sehingga perlu dibaca berdasarkan dokumen dan metode perhitungan masing-masing media.

Persoalan utamanya bukan semata-mata besaran kompensasi, melainkan apakah pembayaran tersebut telah diungkapkan sesuai ketentuan transparansi FIFA. Statuta FIFA mengatur publikasi kompensasi pejabat tertentu, termasuk presiden organisasi.

Mantan ketua komite tata kelola FIFA, Miguel Maduro, mempertanyakan kesesuaian pembayaran tersebut dengan ketentuan pengungkapan. Sementara itu, FIFA menyatakan telah mematuhi kewajiban pelaporan dan membantah tuduhan pelanggaran statuta.

Insight: dalam organisasi olahraga dengan pendapatan besar dari hak siar, sponsor, dan lisensi komersial, keterbukaan remunerasi merupakan bagian penting dari good governance. Namun, dugaan pembayaran yang belum diungkapkan tidak otomatis membuktikan tindak pidana atau pelanggaran hukum. Penilaian lebih lanjut memerlukan pemeriksaan dokumen dan dasar kontraktual pembayaran.

Pemilihan Presiden FIFA 2027: Afrika Dukung Infantino, Swiss Menarik Dukungan

Pada 8 Oktober 2026, sebanyak 54 asosiasi anggota sepak bola Afrika menyatakan dukungan bulat terhadap pencalonan Infantino dalam pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027.

Dukungan tersebut memperlihatkan besarnya peran kawasan Afrika dalam dinamika politik sepak bola internasional. FIFA memiliki 211 asosiasi anggota, sehingga 54 suara dari Afrika mewakili lebih dari seperempat total anggota organisasi.

Infantino menyoroti program pengembangan sepak bola melalui FIFA Forward sebagai salah satu kontribusi penting FIFA bagi kawasan tersebut. Program ini mendukung berbagai proyek, termasuk infrastruktur, pembinaan, dan pengembangan sepak bola nasional.

Namun, dukungan Afrika berbanding terbalik dengan keputusan Asosiasi Sepak Bola Swiss yang menarik dukungannya terhadap Infantino pada akhir September 2026. Perubahan sikap itu menambah perhatian terhadap persoalan tata kelola dan hubungan FIFA dengan asosiasi anggotanya.

Fakta menarik: dukungan regional tidak otomatis menentukan hasil pemilihan. Proses nominasi, persyaratan kandidat, dan suara asosiasi anggota lainnya tetap menjadi bagian penting dari mekanisme pemilihan presiden FIFA.

Konflik FIFA-UEFA dan Batalnya Proposal FIFA Forward Enterprise

Perselisihan FIFA dengan UEFA juga menjadi sorotan setelah rencana FIFA Forward Enterprise (FFE) dibatalkan menyusul penolakan dari sejumlah konfederasi.

Proposal tersebut dirancang untuk mengelola kepentingan komersial turnamen FIFA melalui entitas khusus, dengan kemungkinan menawarkan sebagian kepemilikan kepada investor swasta. Rencana ini memunculkan pertanyaan tentang proses konsultasi, valuasi aset, struktur kepemilikan, dan pengawasan kelembagaan.

Dalam laporan The Guardian pada 29 September 2026, FIFA menuduh UEFA melakukan kampanye misinformasi terkait proposal tersebut. FIFA juga membantah tuduhan bahwa rencana FFE dirancang untuk memberikan keuntungan pribadi kepada Infantino.

Di sisi lain, keberatan terhadap proposal itu menyoroti pentingnya keterlibatan Dewan FIFA, konfederasi, dan asosiasi anggota dalam keputusan strategis yang menyangkut aset komersial organisasi.

Insight: hak siar, sponsor, dan lisensi merupakan aset utama dalam industri sepak bola modern. Perubahan struktur pengelolaannya bukan sekadar keputusan bisnis, tetapi juga menyangkut kontrol atas pendapatan dan mekanisme distribusinya kepada anggota.

Perdebatan FFE memperlihatkan bahwa potensi investasi swasta perlu berjalan beriringan dengan transparansi valuasi, pengawasan, dan legitimasi pengambilan keputusan.

Transparansi dan Distribusi Pendapatan Jadi Tantangan FIFA

Ketiga persoalan tersebut memiliki titik temu pada tata kelola FIFA. Dugaan pembayaran tambahan menyangkut transparansi kompensasi, dukungan menjelang pemilihan mencerminkan dinamika hubungan dengan asosiasi anggota, sedangkan polemik FFE berkaitan dengan pengelolaan aset dan distribusi pendapatan.

Menjelang pemilihan presiden FIFA 2027, sejumlah perkembangan penting perlu dipantau, mulai dari klarifikasi terkait pembayaran tambahan, proses nominasi kandidat, hingga pembahasan pendanaan bagi asosiasi anggota.

Pada akhirnya, masa depan kepemimpinan Infantino tidak hanya menjadi persoalan politik organisasi. Transparansi keuangan, mekanisme pengawasan, dan keterlibatan anggota juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan terhadap FIFA sebagai badan pengatur sepak bola dunia.

Catatan: dugaan pembayaran dan perselisihan tata kelola dalam artikel ini merujuk pada pemberitaan media serta pernyataan pihak terkait. Dugaan tersebut tidak dengan sendirinya merupakan kesimpulan hukum.

(thetimes/espn/reuters/theguardian/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN