Friday, August 14, 2026
home_banner_first
NASIONAL

BGN Tutup Permanen 504 Dapur MBG, Ribuan Lainnya Masih Diperiksa

Mistar.idJumat, 14 Agustus 2026 pukul 12.13 WIB
bgn_tutup_permanen_504_dapur_mbg_ribuan_lainnya_masih_diperiksa

Para siswa-siswi keracunan MBG dirawat di RSU Efarina (foto: tiktok mardianatarigan/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) menutup secara permanen 504 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 10 Agustus 2026.

Penutupan dilakukan terhadap dapur yang dinyatakan tidak memenuhi standar kelayakan sanitasi berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan yang disampaikan melalui Kementerian Kesehatan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperketat standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.

"Ada 504 dapur yang kemudian kami tutup secara permanen karena dinyatakan tidak layak untuk kemudian secara sanitasi," ujar Sudaryono dalam keterangan resmi, Kamis (13/8/2026).

Sekitar 3.000 Dapur Masih Diperiksa

Selain 504 dapur yang telah ditutup, sekitar 3.000 dapur MBG lainnya masih menjalani proses pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan di masing-masing daerah.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan dapur yang menjalankan program tersebut memenuhi persyaratan sanitasi dan keamanan pangan sebelum beroperasi.

Sudaryono menegaskan proses pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh. Percepatan pemeriksaan tidak boleh mengorbankan standar keamanan yang telah ditetapkan.

Menurutnya, keamanan pangan dalam program MBG berkaitan langsung dengan keselamatan penerima manfaat, terutama anak-anak.

"Sisanya ada sekitar 3.000 yang saat ini sudah mendaftar, sekarang sedang dicek oleh Dinas Kesehatan masing-masing, yang kemudian kami tunggu manakala dia tidak layak, maka mohon maaf, ini urusan nyawa seseorang, urusan nyawa anak-anak kita, itu tidak bisa kita tolong lagi," tegasnya.

BGN Terapkan Prinsip Zero Tolerance

BGN memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang turut membantu proses pengawasan serta penanganan persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG.

Sudaryono menegaskan BGN menerapkan prinsip zero tolerance terhadap kasus keracunan makanan dalam program tersebut.

"Kami sampaikan ungkapan apresiasi dan rasa terima kasih kami dari Badan Gizi Nasional. Yang intinya kami juga ingin menegaskan bahwa keinginan kami adalah zero toleran terhadap adanya kasus keracunan kemudian di kemudian hari," ujarnya.

Penutupan ratusan dapur tersebut menunjukkan bahwa aspek sanitasi dan keamanan pangan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam menjalankan program MBG.

Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap ribuan dapur yang masih dalam proses akan menentukan apakah fasilitas tersebut dapat melanjutkan operasional atau harus mendapatkan tindakan administratif lebih lanjut.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN