Warga Kampung Baru Kibarkan Bendera Setengah Tiang, Buntut Polemik Tembok City View

Sejumlah warga kampung baru melakukan penghormatan bendera setengah tiang Senin kemarin (foto:ig@pantauanmedan/mistar)
Medan, MISTAR.ID (11/8/2026) - Sejumlah warga di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, memilih mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang buntut rasa kemerdekaan mereka telah hilang.
Hal itu disampaikan salah seorang warga, Nuning, yang mengatakan aksi itu berawal dari pembangunan tembok Kompleks City View yang merugikan dan berdampak kepada masyarakat sekitar.
"Iya benar (aksi kemarin), kami masyarakat selama ini sudah dirugikan pihak City View. Akibat tembok itu kalau banjir, air sungai mengarah ke rumah kami," ujarnya kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).
Lebih lanjut, Nuning mengatakan rumah warga yang terdampak mengalami keruntuhan hingga barang berharga hanyut jika air sungai meluap, sehingga dirinya bersama warga lainnya dirugikan.
Dijelaskan Nuning, dirinya sudah mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Medan dan hasil keputusan RDP merekomendasikan pembongkaran tembok Kompleks City View.
"Penetapan pembongkaran tembok City View keluarnya di bulan April 2026 dari Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen dan mengatakan bongkar tembok pagar City View, karena berdampak ke masyarakat," ucapnya.
Ia merasa kecewa dan kesal melihat pemerintah yang seharusnya membela masyarakat, justru terlihat tidak memedulikan masyarakat yang sudah terdampak banjir akibat tembok tersebut.
Dirinya mengharapkan salah satu pilihan, yaitu tembok Kompleks City View dibongkar atau warga yang terdampak mendapatkan ganti rugi, namun hal itu tidak terealisasikan dari pihak City View.
Menurutnya, ke depan banjir akan terus datang menimpa masyarakat Kampung Baru, lantaran dalam kurun waktu dua tahun belakangan banjir yang dialami warga sangat luar biasa berdampak.
"Pembangunan tembok itu dari tahun 2007, kami demo dan berbagai aksi lainnya enggak ada responsnya. Masyarakat sekarang sudah hancur dan menderita, barulah kami bikin tindakan yang terakhir ini lagi," katanya.
Terpisah, Imah, seorang warga Kampung Baru yang juga ikut dalam penghormatan bendera setengah tiang, mengatakan aksi berlangsung pada Senin (10/8/2026) pukul 17.30 WIB.
"Kami buat aksi bersama kurang lebih 15 orang warga terdampak lainnya. Jadi kami ngumpul dulu kemudian bareng bersama warga lain dari Kompleks 12 yang terdampak banjir juga," ucap Imah.
Dirinya yang menetap sejak kecil menyebut sudah lama berdirinya tembok Kompleks City View. Ia mengatakan aksi demo juga sudah dari tahun ke tahun dan sudah lama, namun tidak pernah didengar aspirasinya.
Serupa dengan Nuning, ia pun menyebutkan saat hadir dalam RDP di DPRD Medan, tembok Kompleks City View mau dibongkar, namun kenyataannya sampai detik ini tembok itu belum juga dibongkar.
"Adanya tembok itu, jadi kami sering banjir, habis isi rumah kami, tanah kami abrasi, rumah kami longsor juga dan akhirnya air sungai ketika banjir mengarah ke rumah warga semua ini," ujarnya.
Dirinya justru berharap rumahnya beserta warga lainnya yang berdekatan dengan Sungai Deli juga ditembok seperti Kompleks City View agar sama-sama aman tidak terkena banjir.
Menurutnya, sebelum tembok Kompleks City View ada, banjir bisa 10 tahun sekali atau berapa tahun sekali baru banjir. Namun, kini setahun sekali banjir seperti November 2025 yang paling parah.
Imah pun mengatakan aksinya bersama warga lain lantaran merasa haknya belum terpenuhi. Warga sudah beberapa kali ikut RDP di Kantor DPRD Medan, tetapi keluh kesah mereka tidak didengarkan.
Saat banjir, dikatakan Imah, ketinggian air bahkan hampir mencapai atap rumahnya. Kondisi rumahnya pun kini sudah separuh habis terdampak terus-menerus banjir yang melanda Kelurahan Kampung Baru.
"Tanah kami sudah terkena longsor atau abrasi juga, jadi separuh rumah kami lah ibaratnya dimakan sungai jadinya dan rumah yang berada di depan kami juga sudah habis terkena banjir," katanya. (hm27)
























