Penghormatan Bendera Setengah Tiang, Warga Kampung Baru Ungkap Kekecewaan

Sejumlah warga Kampung Baru melakukan penghormatan bendera setengah tiang akibat pembangunan tembok Komplek City View yang mengakibatkan aliran air Sungai Deli mengarah ke pemukiman warga. (foto:ig@pantauanmedan/mistar)
Medan, MISTAR.ID (11/8/2026) - Beredar sebuah video yang menunjukkan sejumlah warga di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, melakukan penghormatan bendera setengah tiang pada Senin (10/8/2026).
Usut punya usut, aksi yang dilakukan sejumlah warga Kelurahan Kampung Baru lantaran kekecewaan yang dirasakan akibat keluhan masyarakat terkait tembok Kompleks City View yang dibangun di pinggir Sungai Deli.
Dampak pembangunan tembok Kompleks City View yang sudah bertahun-tahun mengakibatkan air sungai mengarah ke rumah warga yang tepat berada di pinggir Sungai Deli, khususnya saat bencana banjir.
Seorang wanita yang akrab disapa Ibu Manalu yang juga ikut aksi tersebut menjelaskan bahwa aksi itu tidak memiliki tujuan untuk menghina Bendera Merah Putih maupun Negara Indonesia.
"Bukan menghina negara ini, bukan. Kami cuma sampaikan keluhan ke pemerintah kenapa tidak dihiraukan masyarakat di sini (Kampung Baru), padahal sudah begitu parah (terdampak banjir)," ujarnya kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).
Dijelaskannya, keluhan yang disampaikan terkait dampak dari adanya tembok Kompleks City View. Ia menegaskan tidak ada unsur menghina negara ini dan justru pihaknya hormat kepada Bendera Merah Putih.
Lebih lanjut, Ibu Manalu mengatakan aksinya murni dari hatinya untuk mengutarakan kekecewaannya terhadap pemerintah terkait masalah pembangunan tembok Kompleks City View dan bukan untuk menghina negara.
"Tidak ada hubungan untuk menghina negara dan menghina bendera negara Indonesia. Kami hormat pada Bendera Merah Putih dan kami sangat bangga dengan Indonesia ini," katanya.
Dirinya turut merasakan dampak akibat pembangunan tembok Kompleks City View. Pada tahun 2011, salah satu rumah kosnya terbawa banjir hingga seluruh bahan bangunannya ludes.
Tak hanya itu, ia menyebut ketiga rumah kosnya juga kini dalam kondisi rusak parah sehingga tidak dapat digunakan lantaran aliran air sungai yang kerap mengarah ke permukiman warga akibat tembok Kompleks City View.
"Ada empat rumah kosan saya, semuanya sudah tidak bisa digunakan karena ada yang terbawa banjir, kemudian tiga rumah lainnya rusak fatal dan pokoknya kami kehilangan rumah kami," ucapnya.
Selain itu, Nuning pun menegaskan keterlibatan warga dalam penghormatan bendera setengah tiang akibat rasa kecewa masyarakat yang terdampak bencana banjir akibat tembok Kompleks City View.
"Aksi kemarin menyatakan rasa duka, kecewa, dan tidak adil karena pemerintah tidak memedulikan kami, sehingga warga mengadakan aksi dengan melakukan upacara bendera setengah tiang," tuturnya.
Serupa dengan warga Kampung Baru lainnya, Imah yang turut serta dalam aksi penghormatan bendera setengah tiang pun menegaskan tindakan yang dilakukannya bersama warga lain karena rasa kecewa.
"Makanya kami buat aksi itu karena wujud kekecewaan kami juga, karena tidak adanya tanggapan lebih lanjut dari pihak pemerintah terkait keluhan kami mengenai dampak dari tembok Kompleks City View," katanya. (hm27)






















