Monday, July 20, 2026
home_banner_first
MEDAN

Ribuan Masyarakat Muhammadiyah Laksanakan Salat Idulfitri di Medan Selayang Hari Ini

Mistar.idJumat, 20 Maret 2026 pukul 08.27 WIB
ribuan_masyarakat_muhammadiyah_laksanakan_salat_idulfitri_di_medan_selayang_hari_ini

Ribuan masyarakat Muhammadiyah lakukan salat Idulfitri di Medan Selayang hari ini, Jumat (20/3/2026). (Foto: Berry/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijiriah pada, Jumat (20/3/2026) yang didasarkan penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Di Kota Medan, salah satu lokasi pelaksanaan salat Idulfitri masyarakat Muhammadiyah dilaksanakan di Lapangan Perguruan Muhammadiyah, Jalan Abdul Hakim No.2, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang.

Amatan Mistar pukul 06.45 WIB, para jemaah telah hadir dan memasuki Lapangan Perguruan Muhammadiyah.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tanjung Sari Medan, Taufik Pasaribu, menjelaskan rangkaian kegiatan pelaksanaan salat Idulfitri berlangsung mulai pukul 07.45 WIB.

"Pelaksanaan salat akan dipimpin imam Irwansyah Putra yang sekaligus menjabat Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatra Utara (Sumut)," ujarnya kepada Mistar.

Taufik mengatakan, setelah salat selesai, Irwansyah Putra akan menjadi khatib dan menyampaikan ceramah pukul 07.55 WIB. Diperkirakan jemaah yang melaksanakan salat Idulfitri hari ini kurang lebih 2.000 orang.

"Pelaksanaan salat Idulfitri atau penetapan 1 Syawalnya berbeda dengan pemerintah, tentunya jemaahnya akan lebih banyak ketika penetapan 1 Syawal bersamaan dengan pemerintah," ucapnya.

Taufik mengatakan, perbedaan penetapan 1 Syawal sudah sepatutnya saling menghargai dan berupaya yang terbaik dalam pelaksanaan ibadah.

"Harapannya juga melalui kegiatan berinfaq, berzikir, bertakbir, dan mendengarkan khotbah dari khatib, mudah-mudahan dapat menyempurnakan pelaksanaan ibadah kita selama satu bulan Ramadan ini," katanya.

Terpisah, salah seorang jemaah yang ikut melaksanakan salat Idulfitri di Lapangan Perguruan Muhammadiyah memberikan tanggapannya mengenai perbedaan.

"Kalau saya sih, meski berbeda penetapan 1 Syawal tetap harus saling rukun dan toleransi. Jangan jadikan sekat antarumat muslim dan tetap saling menghormati," tutur Anita Sinuhaji. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN