Friday, August 21, 2026
home_banner_first
MEDAN

Program Lima Hari Sekolah Dinilai Efektif Tekan Keterlibatan Pelajar dalam Geng Motor

Mistar.idSabtu, 22 Agustus 2026 pukul 07.30 WIB
program_lima_hari_sekolah_dinilai_efektif_tekan_keterlibatan_pelajar_dalam_geng_motor

Kepala Disdik Sumut, Alexander Sinulingga. (foto: susan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdik Sumut) memastikan program lima hari sekolah masih berjalan efektif untuk menekan keterlibatan pelajar dalam aksi geng motor.

Kepala Disdik Sumut, Alexander Sinulingga mengatakan kebijakan ini membantu memantau aktivitas siswa sekaligus mempersempit ruang gerak kelompok konvoi jalanan.

“Masih berjalan dan cukup efektif untuk menekan angka keterlibatan siswa di geng motor, karena bisa kita evaluasi selama setahun ini kan. Kemarin baru ada lagi konvoi-konvoi,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).

Ia mengatakan pihaknya juga sudah melakukan penekanan langsung ke sejumlah sekolah yang dinilai memiliki potensi kerawanan tinggi. Salah satu langkah konkret yang baru dilakukan yaitu menyasar SMA Negeri 3 Medan.

Dari peninjauan tersebut, terdapat 23 siswa yang sebelumnya terindikasi terlibat dalam kelompok geng motor. Berkat pendekatan serta pembinaan yang dilakukan, seluruh siswa tersebut akhirnya memutuskan untuk keluar dengan kesadaran sendiri.

“Kemarin salah satunya kita sudah ke SMAN 3 Medan. Ada lebih kurang 23 siswa yang tadinya terindikasi, dan alhamdulillah sudah menyatakan keluar dengan kesadaran sendiri,” tuturnya.

Alexander menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua murid dalam membentengi generasi muda. Menurutnya, banyak pelajar terjebak dalam kelompok geng motor dan pergaulan yang salah akibat kurangnya pemahaman mendalam mengenai dampak negatif yang ditimbulkan.

“Tentunya kolaborasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua. Pihak sekolah melakukan deteksi dengan melibatkan orang tua, agar anak-anak kita ini bisa diberi pengarahan,” ucapnya.

“Sebenarnya anak-anak ini belum paham kenapa mereka diajak ke sana, tapi setelah masuk, ini mereka mulai sadar bahwasanya yang mereka ikuti itu salah atau tidak benar. Sehingga yang 23 siswa tadi memutuskan untuk keluar,” katanya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN