Kunjungan Wisman ke Sumut Tembus 24.815 Orang, Naik 24,40 Persen

Wisatawan mancanegara saat berjalan melintasi area terminal kedatangan internasional. (Foto: Tempo)
Medan, MISTAR.ID
Sektor pariwisata Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus menunjukkan grafik pemulihan yang menjanjikan sepanjang caturwulan pertama tahun 2026.
Arus kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke bumi saribudolok dilaporkan mengalami lonjakan signifikan, baik secara bulanan maupun tahunan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra, memaparkan bahwa jumlah kunjungan wisman melalui tiga pintu masuk utama di Sumut pada April 2026 berhasil menyentuh angka 24.815 kunjungan. Kinerja ini mencerminkan adanya pertumbuhan positif sebesar 0,87 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month).
Kebangkitan pariwisata ini terasa jauh lebih kontras jika ditinjau secara tahunan (year-on-year). Jumlah kunjungan pelancong asing pada April 2026 melesat tajam hingga 24,40 persen dibandingkan dengan periode April 2025.
Asim mengungkapkan, akumulasi total kunjungan wisman ke Sumut selama periode Januari hingga April 2026 kini telah menembus 96.849 kunjungan. Angka tersebut naik 16,37 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya meraup 83.222 kunjungan.
Warga negara Malaysia terpantau masih menjadi tulang punggung utama dan merajai ceruk pasar pariwisata lokal.
"Dari sepuluh negara pasar utama, wisman asal Malaysia mendominasi jumlah kedatangan ke Sumatera Utara dengan porsi mencapai 51,43 persen. Posisi selanjutnya diikuti oleh Singapura sebesar 5,10 persen, dan Tiongkok 4,36 persen," kata Asim, Jumat (5/6/2026).
Secara bulanan, lonjakan kunjungan tertinggi berasal dari kawasan Eropa dan Asia Tenggara, di mana turis asal Belanda meroket 132,02 persen, disusul Prancis naik 127,52 persen, dan Thailand tumbuh 95,05 persen.
Namun, secara kumulatif sepanjang awal tahun ini, Tiongkok menobatkan diri sebagai negara dengan pertumbuhan akselerasi wisman terbesar ke Sumut, yakni mencapai 21,56 persen.
Membanjirnya pelancong asing di Sumatera Utara menularkan dampak variatif pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi hotel di daerah ini.
BPS mencatat adanya ketimpangan performa yang cukup lebar antara hotel berbintang dan hotel kelas melati (non-bintang).
Pada kelompok hotel berbintang, rata-rata TPK April 2026 merangkak naik ke level 42,01 persen. Hotel mewah kelas bintang 5 menjadi akomodasi yang paling diburu pelancong dengan okupansi tertinggi mencapai 58,41 persen, sekaligus membukukan lonjakan TPK bulanan terbesar hingga 5,19 persen poin. Sebaliknya, hotel bintang 1 harus puas di posisi terendah dengan angka 26,05 persen.
Pemandangan kontras justru mendera bisnis akomodasi kelas non-bintang. Sepanjang April 2026, rata-rata TPK hotel non-bintang justru merosot ke level 23,51 persen, alias turun 2,87 persen poin dibanding Maret.
Seluruh klasifikasi kelas hotel melati kompak mencatatkan penurunan keterisian kamar, di mana penurunan terdalam melanda hotel non-bintang kelas 1 sebesar 4,77 persen poin.
"Secara gabungan, total TPK hotel di Sumatera Utara berada di rata-rata 30,13 persen pada April 2026. Angka gabungan ini mengalami penurunan tipis sebesar 1,69 persen poin secara bulanan karena tergerus oleh lesunya okupansi di sektor hotel non-bintang," ucap Asim.
Meski okupansi hotel non-bintang melorot, kabar baik datang dari durasi waktu tinggal para pelancong. Secara agregat, rata-rata lama menginap tamu domestik dan mancanegara di hotel berbintang selama April 2026 merangkak naik menjadi 1,34 malam.
Hotel bintang 4 menjadi lokasi favorit dengan durasi menginap terlama, yakni mencapai rata-rata 1,53 malam. Berdasarkan segmentasi profilnya, pelancong internasional atau tamu asing kedapatan memiliki durasi tinggal yang lebih loyal dan betah berlama-lama di Sumut.
"Secara parsial, rata-rata lama menginap tamu asing di hotel berbintang pada April 2026 mencapai 1,52 malam. Meskipun angka bulanan ini sedikit turun dibanding Maret, namun jika ditarik secara tahunan (year-on-year), durasi menetap turis asing di Sumatera Utara sukses mengalami peningkatan sebesar 0,11 persen poin," ucap Asim Saputra. (hm20)






















