Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
MEDAN

Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Gubernur Bobby Nasution Minta Daerah Jaga Stok Pangan

Mistar.idSabtu, 7 Februari 2026 pukul 10.01 WIB
jelang_ramadan_dan_idulfitri_2026_gubernur_bobby_nasution_minta_daerah_jaga_stok_pangan

Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution saat diwawancarai. (Foto: Iqbal/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution mendesak seluruh pemerintah kabupaten/kota di Sumut untuk menjaga ketersediaan stok bahan pangan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri tahun 2026, guna menekan inflasi dan mencegah lonjakan harga.

Ia menegaskan kenaikan harga bahan pangan hampir selalu terjadi setiap tahun menjelang hari besar keagamaan, seiring meningkatnya permintaan masyarakat, termasuk permintaan dari provinsi lain terhadap pasokan pangan asal Sumut.

“Perhatikan betul persediaan di daerah masing-masing. Seluruh wilayah di Sumut akan memasuki bulan puasa, kebutuhan bahan pangan pasti meningkat. Sementara, daerah lain juga sering meminta pasokan dari kita. Jangan sampai daerah kita sendiri justru kekurangan dan harga melonjak,” kata Bobby saat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Diponegoro, Jumat (6/2/2026).

Untuk menjaga stabilitas pasokan, ia mendorong pemanfaatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar dapat menyerap hasil pertanian langsung dari petani dengan harga yang kompetitif, sehingga komoditas strategis tidak keluar daerah secara berlebihan.

Ia menambahkan sejumlah komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasi di Sumatera Utara antara lain cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah, daging sapi, telur, dan daging ayam.

“Distribusi harus diawasi dengan ketat. Saya juga meminta Kapolda dan Kejaksaan untuk ikut memantau. Pemerintah daerah bisa memanfaatkan BUMD untuk membeli langsung dari petani dengan harga yang bersaing, agar pasokan tetap terjaga di daerah,” ujarnya.

Ia kemudian mengungkapkan, berdasarkan data per 2 Januari 2026, inflasi Sumut tercatat sebesar 3,81 persen (year on year), turun signifikan dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 4,66 persen (yoy). Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mengendalikan inflasi.

“Di akhir tahun lalu kita sempat berada di peringkat keempat inflasi tertinggi. Sekarang turun menjadi 3,81 persen. Ini bukan sekadar angka, tapi bukti kerja sama yang solid dalam menjaga stabilitas harga,” katanya.

Ia menekankan pihaknya akan terus melakukan operasi pasar murah di seluruh wilayah Sumut, untuk menekan angka inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Untuk jangka pendek, gerakan pangan murah harus tepat sasaran dan tepat waktu. Untuk jangka menengahnya pasokannya harus tersedia khususnya pada hari besar keagamaan nasional,” ucapnya pada awak media di Kantor Gubernur Sumut.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Rudy Brando Hutabarat, menekankan pentingnya komitmen setiap daerah dalam menjalankan peta jalan pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri.

“Terdapat enam kesepakatan utama dalam roadmap TPID Sumut, di antaranya peningkatan frekuensi pelaksanaan pasar murah, penguatan pasokan daging sapi dan kerbau, serta kolaborasi dengan produsen ayam broiler dan telur," katanya.

Selain itu, ia mengatakan TPID juga menyiapkan langkah pengendalian tarif harga yang diatur pemerintah, penguatan sistem peringatan dini inflasi, serta sinergi dengan SPPG untuk memastikan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak monoton dan tidak hanya bergantung pada komoditas telur dan ayam.

“Pasar murah sebaiknya dilaksanakan langsung di pasar tradisional agar dampaknya lebih terasa. Selain itu, tarif air, transportasi, dan distribusi juga perlu dikendalikan dan tidak boleh naik saat tekanan inflasi tinggi. Kita juga harus bersinergi dengan SPPG agar menu MBG lebih beragam, sehingga tidak menimbulkan lonjakan permintaan pada komoditas tertentu,” ucap Rudy.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN