Harga Ayam Tembus Rp54 Ribu, Pemko Medan Upayakan Pangkas Rantai Pasok

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kota Medan, Hendra Ridho Gunawan Siregar. (Foto: Rahmad/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kota Medan, Hendra Ridho Gunawan Siregar, menegaskan pihaknya terus berupaya menekan harga daging ayam di Kota Medan.
"Berbagai upaya sudah kita lakukan. Bukan hanya melakukan peninjauan ke pasar-pasar dan pasar murah, tapi juga upaya lainnya," ucap Hendra, Sabtu (12/9/2026).
Dikatakan Hendra, untuk mengatasi mahalnya harga daging ayam harus dilakukan mulai dari hulu sampai hilir.
“Dengan begitu permasalahannya bisa diidentifikasi. Alhamdulillah, kita sudah temukan beberapa permasalahan yang terjadi dan disinyalir menjadi penyebab tingginya harga daging ayam," katanya.
Hendra menjelaskan, salah satu penyebab mahalnya harga daging ayam di Kota Medan karena panjangnya pendistribusian mulai dari peternak hingga ke meja-meja pedagang daging ayam di pasar-pasar tradisional.
"Panjangnya rantai pasok inilah yang membuat harga daging ayam menjadi tinggi di tingkat pedagang eceran,” jelasnya.
Berdasarkan penelusuran pihaknya, Hendra menyebut bahwa peternak menjual ayam dengan harga di bawah Rp30 ribu/kg. Namun, harga daging ayam yang dijual di meja-meja pedagang di pasar-pasar bisa mencapai Rp54 ribu/kg.
“Itu sudah kita cek ke produsen dan menjadi salah satu kunci permasalahannya. Kalau pendistribusiannya dapat diperpendek, itu akan lebih efektif dan efisien," sebutnya. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Tingkatkan Keselamatan Pengemudi dan Penumpang, Transportasi Online Ini Hadirkan Voice Recording




































