Banjir Bandang Mengintai, Warga Simalungun Soroti Truk Angkutan Kayu di Jalur Perbukitan

Truk pengangkut kayu gelondongan melintas di Kota Pematangsiantar. (foto: indra/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID - Ancaman banjir bandang setiap tahun menghantui warga yang tinggal di bawah perbukitan. Saat masyarakat bersiap menghadapi musim penghujan, aktivitas truk pengangkut kayu gelondongan pinus yang melintas di wilayah Simalungun dan Pematangsiantar ikut disorot.
Warga mempertanyakan pengawasan terhadap aktivitas angkutan kayu tersebut, terutama karena sejumlah jalur yang dilintasi berada di kawasan perbukitan dan memiliki risiko longsor maupun banjir saat hujan deras.
"Setiap musim penghujan, masyarakat yang tinggal di bawah perbukitan selalu dihantui banjir bandang. Tapi truk-truk kayu gelondongan masih melintas dan sebagian menuju Medan. Ini tentu menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat," ujar Antonis Sinaga, warga Dolok Panribuan, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Antonis, persoalan tersebut tidak semata-mata menyangkut kelancaran kendaraan di jalan. Kondisi lingkungan di sepanjang jalur pengangkutan juga perlu mendapat perhatian, terlebih kawasan perbukitan memiliki kondisi geografis yang rawan ketika curah hujan tinggi.

Truk pengangkut kayu gelondongan melintas di Kabupaten Simalungun. (foto: dokumentasi warga/mistar)
Sorotan terhadap angkutan kayu semakin mencuat setelah sebuah truk pengangkut kayu gelondongan terbalik di kawasan Panatapan, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, Kamis (10/9/2026) dini hari.
Truk yang terbalik membuat muatan kayu berserakan di badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas Pematangsiantar menuju Parapat maupun sebaliknya sempat mengalami kemacetan panjang.
Kasat Lantas Polres Simalungun, AKP Priska Susana, sebelumnya mengatakan personel Satlantas langsung menangani kejadian tersebut. Saat dikonfirmasi, ia menyebut arus lalu lintas sudah kembali normal setelah penanganan dilakukan.
Namun, hingga Sabtu (12/9/2026) sore, belum ada tanggapan lebih lanjut dari Priska, ketika dikonfirmasi mengenai keberadaan truk dan pengemudi dalam peristiwa tersebut.

Truk pengangkut kayu gelondongan terbalik di Panatapan, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun. (foto: dokumentasi warga/mistar)
Bagi warga, persoalan itu tidak berhenti pada kecelakaan lalu lintas. Mereka berharap aktivitas pengangkutan kayu yang melintasi jalur perbukitan turut diawasi dari sisi keselamatan dan lingkungan.
"Yang perlu dilihat bukan hanya apakah jalannya lancar atau tidak. Legalitas kayunya, kondisi jalan, sampai dampaknya terhadap lingkungan juga harus diperiksa," kata Antonis.
Kekhawatiran warga beralasan karena banjir bandang dan longsor dapat membawa dampak lebih luas, juga berpotensi memutus akses transportasi serta mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat.
Warga meminta pemerintah dan instansi terkait melakukan pengawasan terhadap truk pengangkut kayu yang melintas, termasuk memastikan asal-usul dan legalitas kayu serta memperhatikan kondisi kawasan yang menjadi jalur angkutan.
PREVIOUS ARTICLE
APPSI Minta Bulog Jangan Hanya Pantau Gudang, Harus Dicek Langsung ke Pasar Simalungun



































