DPRD Sumut Imbau Warga Tak Panik Soal Isu Kelangkaan BBM

Anggota Komisi B DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti. (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Anggota Komisi B DPRD Sumatra Utara (Sumut), Rudi Alfahri Rangkuti, meminta masyarakat tidak panik menyikapi isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Menurutnya, kekhawatiran masyarakat dipicu oleh situasi geopolitik global, khususnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, yang memunculkan spekulasi tentang potensi gangguan pasokan energi dunia.
Selain itu, kepanikan juga dipengaruhi setelah adanya pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menyebut cadangan minyak nasional diperkirakan hanya cukup untuk 20 hari.
"Yang kami lihat di lapangan adalah orang-orang panik setelah membaca berbagai informasi di media sosial. Namun, sebenarnya tidak perlu seperti itu,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Kepanikan tersebut membuat sebagian masyarakat berbondong-bondong mendatangi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk membeli BBM dalam jumlah besar bahkan menimbunnya di rumah.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menilai tindakan itu tidak akan memberikan manfaat signifikan jika benar-benar terjadi gangguan pasokan BBM.
“Kalaupun terjadi kekurangan, menimbun bahan bakar di rumah tidak akan bertahan lama, mungkin hanya beberapa hari. Jadi, tidak ada gunanya panik berlebihan,” katanya.
Rudi mengingatkan kepanikan justru berpotensi menimbulkan persoalan baru, seperti antrean panjang di SPBU hingga kemacetan lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Kondisi ini dikhawatirkan semakin memperburuk situasi, terutama saat Ramadan ketika aktivitas masyarakat meningkat.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh dengan informasi yang belum terverifikasi.
“Kita tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi di luar negeri. Konflik geopolitik berada di luar kendali kita. Yang bisa kita lakukan adalah tetap tenang dan tidak panik,” ucapnya.
Dijelaskannya, pemerintah segera mengambil langkah strategis jika benar-benar terjadi gangguan terhadap pasokan energi domestik.
“Saya yakin pemerintah akan mencari solusi jika ada potensi kekurangan. Jadi, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir,” kata Rudi.
Di tengah situasi tersebut, ia mengajak masyarakat memperbanyak doa agar konflik global yang sedang berlangsung tidak berdampak negatif terhadap perekonomian Indonesia.
“Mari kita hadapi dengan sabar dan tulus, serta berdoa agar situasi global tidak berdampak buruk bagi kondisi ekonomi kita,” ujarnya. (hm20)


























