Pengamat Kesehatan Dukung Percepatan Pengobatan TB Jadi Satu Bulan

Pengamat Kesehatan Sumut, Destanul Aulia, SKM. (Foto: Berry/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Pengamat Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) menyambut baik inovasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam upaya mempercepat pengobatan penyakit tuberkulosis (TB) dari enam bulan menjadi satu bulan.
Hal itu disampaikan Destanul Aulia, SKM. Menurutnya, upaya pemerintah pusat untuk memperpendek masa pengobatan TB dari enam bulan menjadi satu bulan merupakan inovasi yang sangat relevan dengan tantangan pengendalian TB di Indonesia.
"Selama ini, salah satu kendala pengobatan TB adalah lamanya pasien harus mengonsumsi obat. Tidak sedikit pasien mengalami kesulitan mempertahankan kepatuhan pengobatan hingga selesai," ujarnya kepada Mistar, Senin (2/11/2026).
Lebih lanjut, Destanul mengatakan bahwa jika inovasi pengobatan TB selama satu bulan terbukti efektif dan aman, manfaatnya bukan hanya meningkatkan kenyamanan pasien, tetapi juga memberikan dampak positif lainnya.
Di antaranya, berpotensi mengurangi angka putus berobat, meningkatkan keberhasilan pengobatan TB, serta menurunkan beban biaya yang selama ini ditanggung pasien dan sistem kesehatan.
Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) itu menegaskan inovasi ini harus melalui pembuktian ilmiah yang ketat. Jangan sampai upaya memperpendek masa pengobatan justru meningkatkan risiko kekambuhan atau resistansi obat.
Dalam perspektif kesehatan masyarakat dan ekonomi kesehatan, keberhasilan kebijakan ini perlu diukur melalui tingkat kesembuhan, kepatuhan pasien, pencegahan penularan, dan efisiensi pembiayaan kesehatan.
"Kita sangat mendukung pengobatan TB yang semakin singkat, tetapi yang jauh lebih penting adalah memastikan pasien benar-benar sembuh dan penularan TB dapat dihentikan," katanya. (hm25)










































