Monday, November 2, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Man of Tomorrow: James Gunn Diam-Diam Siapkan John Stewart Kembali, Produser Lanterns Sampai Tak Tahu

Mistar.idSenin, 2 November 2026 pukul 14.47 WIB
man_of_tomorrow_james_gunn_diamdiam_siapkan_john_stewart_kembali_produser_lanterns_sampai_tak_tahu

Man of Tomorrow. (foto:imdb/maxblizz/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID (2/11/2026) — James Gunn ternyata menyimpan kejutan untuk DC Universe (DCU). John Stewart, Green Lantern yang diperankan Aaron Pierre dalam serial Lanterns, dipastikan kembali dalam film Superman 2: Man of Tomorrow. Menariknya, produser eksekutif Lanterns mengaku awalnya tidak mengetahui rencana tersebut.

Pengakuan ini disampaikan Chris Mundy, showrunner sekaligus produser eksekutif Lanterns. Ia mengungkapkan bahwa James Gunn tidak langsung memberitahukan keterlibatan John Stewart dalam sekuel Superman ketika timnya mulai mengembangkan serial tersebut.

Dalam wawancara di podcast The Midnight Boys, Mundy mengakui bahwa informasi mengenai kemunculan John Stewart di Man of Tomorrow baru diketahui timnya kemudian.

Meski begitu, Mundy menegaskan bahwa tim kreatif Lanterns tidak perlu mengubah jalan cerita serial demi menyesuaikan kemunculan John dalam film garapan James Gunn tersebut.

Pernyataan ini menarik karena memperlihatkan pendekatan DC Studios dalam membangun DCU. Setiap proyek tetap diberi ruang untuk mengembangkan ceritanya sendiri, tanpa harus selalu menjadi pengantar langsung bagi film berikutnya.

Apa Itu Man of Tomorrow? Superman dan Lex Luthor Hadapi Brainiac!

Man of Tomorrow merupakan sekuel film Superman (2025) produksi DC Studios yang kembali ditulis dan disutradarai James Gunn. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat pada 9 Juli 2027.

Mengusung salah satu julukan ikonik Superman dalam komik DC, film ini menghadirkan konflik yang tidak biasa. Clark Kent alias Superman justru harus bekerja sama dengan musuh bebuyutannya, Lex Luthor, untuk menghadapi ancaman yang jauh lebih besar.

Ancaman tersebut adalah Brainiac, alien jenius dari planet Colu yang dikenal memiliki teknologi luar biasa dan kebiasaan mengoleksi kota-kota dari berbagai peradaban.

Kolaborasi Superman dan Lex Luthor menjadi salah satu daya tarik utama. Keduanya memiliki pandangan yang bertolak belakang, sehingga kerja sama tersebut berpotensi menghadirkan konflik kepentingan, ketegangan, sekaligus dinamika karakter yang menarik.

Kehadiran John Stewart juga memperluas keterhubungan cerita dengan mitologi Green Lantern Corps, membuka peluang bagi DCU untuk mengeksplorasi ancaman yang melampaui Bumi.

James Gunn Jadi Sutradara, David Corenswet Kembali sebagai Superman

James Gunn kembali memegang kendali kreatif sebagai penulis sekaligus sutradara Man of Tomorrow.

David Corenswet akan kembali memerankan Clark Kent/Superman, sementara Nicholas Hoult kembali sebagai Lex Luthor. Lars Eidinger dipercaya memerankan Brainiac, antagonis utama dalam film ini.

Rachel Brosnahan juga kembali sebagai Lois Lane, sedangkan Aaron Pierre hadir sebagai John Stewart/Green Lantern.

Sejumlah pemeran lain yang turut meramaikan film ini antara lain Nathan Fillion sebagai Guy Gardner, Isabela Merced sebagai Hawkgirl, Edi Gathegi sebagai Mister Terrific, Skyler Gisondo sebagai Jimmy Olsen, Sara Sampaio sebagai Eve Teschmacher, Milly Alcock sebagai Supergirl, serta Adria Arjona sebagai Maxima.

Matthew Lillard juga masuk dalam jajaran pemeran, meskipun karakter yang dimainkannya belum diumumkan secara jelas.

John Stewart Jadi Penghubung Penting Serial Lanterns dan Film Superman?

Kembalinya John Stewart dalam Man of Tomorrow bukan sekadar penampilan tambahan Green Lantern. Karakter ini berpotensi menjadi penghubung penting antara cerita superhero di Bumi dan konflik berskala kosmik DCU.

Sebelumnya, Aaron Pierre diperkenalkan sebagai John Stewart melalui serial Lanterns. Kini, karakternya memperoleh kesempatan tampil dalam film layar lebar bersama Superman.

Menariknya, pengakuan Chris Mundy memperlihatkan bahwa DC Studios tidak memaksakan seluruh proyek mengikuti satu pola cerita. Lanterns tetap memiliki kebebasan untuk membangun identitas dan konflik sendiri, sementara Man of Tomorrow mengembangkan John Stewart sesuai kebutuhan narasinya.

Strategi ini berpotensi membuat DCU lebih fleksibel dalam mengembangkan karakter dan mempertemukan mereka melalui cerita yang saling terhubung.

Dengan Brainiac sebagai ancaman utama, kolaborasi Superman dan Lex Luthor, serta kehadiran John Stewart, Man of Tomorrow berpotensi menjadi salah satu film penting dalam fase pengembangan DC Universe di bawah kepemimpinan James Gunn.

Kini, pertanyaan menariknya adalah seberapa besar peran John Stewart dalam konflik tersebut? Apakah ia hanya membantu Superman menghadapi Brainiac, atau justru menjadi pintu masuk menuju cerita Green Lantern yang lebih luas di DCU? Jawabannya masih harus menunggu pengungkapan lebih lanjut dari DC Studios.

(thedirect/thehollywoodreporter/variety/dcofficial/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN