Monday, November 2, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Impor RI Tembus US$ 210 Miliar, Bahan Baku Jadi Pemicu

Mistar.idSenin, 2 November 2026 pukul 14.50 WIB
impor_ri_tembus_us_210_miliar_bahan_baku_jadi_pemicu_

Ilustrasi, pelabuhan kontainer penuh dengan indikator bahan baku impor, lonjakan impor RI tembus US$ 210 miliar. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Jakarta, MISTAR.ID (2/11/2026) — Arus barang impor ke Indonesia makin deras. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Januari-September 2026 mencapai 210,63 miliar dolar AS, melonjak 19,67 persen atau hampir 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan impor terjadi di sektor minyak dan gas (migas) maupun nonmigas.

"Sepanjang Januari-September 2026 total nilai impor mencapai 210,63 miliar dolar AS atau naik 19,67 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Ateng di kantor BPS, Jakarta dilansir detikcom, Senin (2/11/2026).

Secara rinci, impor migas tercatat 32,57 miliar dolar AS atau naik 37,35 persen. Sementara impor nonmigas mencapai 178,06 miliar dolar AS atau tumbuh 16,92 persen.

Berdasarkan golongan penggunaan, peningkatan impor terjadi pada semua kelompok barang. Namun, bahan baku dan penolong menjadi penyumbang utama.

Nilai impor bahan baku dan penolong mencapai 150,57 miliar dolar AS atau meningkat 21,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kelompok ini memberi andil kenaikan impor sebesar 14,91 persen.

Kenaikan impor bahan baku dan penolong terutama berasal dari komoditas bahan bakar mineral, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, serta garam, belerang, batu, dan semen.

Dari sisi negara asal, peningkatan impor terjadi dari sejumlah negara dan kawasan, yakni Tiongkok, Australia, ASEAN, dan Uni Eropa. Sebaliknya, impor dari Jepang justru turun.

Sementara itu, khusus September 2026, nilai impor Indonesia mencapai 24,23 miliar dolar AS. Jumlah tersebut naik 18,41 persen dibandingkan September 2025. Impor migas pada September tercatat 3,27 miliar dolar AS atau naik 23,94 persen secara tahunan. Adapun impor nonmigas mencapai 20,96 miliar dolar AS atau meningkat 17,59 persen.

"Untuk peningkatan nilai impor secara tahunan ini terutama didorong oleh peningkatan impor nonmigas dengan andil sebesar 15,33 persen," katanya. (hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN