Saturday, October 31, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

IDAI Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Anak, Berisiko Ganggu Pertumbuhan Paru

Mistar.idSabtu, 31 Oktober 2026 pukul 18.22 WIB
idai_ungkap_bahaya_asap_karhutla_bagi_anak_berisiko_ganggu_pertumbuhan_paru

Dr dr Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp. Respi(K) saat memaparkan materi. (foto: tangkapan layar/mistar)

Medan, MISTAR.ID - Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan faktor mendasar kerentanan anak terhadap asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hal itu disampaikan Dr dr Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp. Respi(K), saat webinar yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melalui Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI).

"Paru anak masih berkembang dengan saluran napas yang lebih sempit, sehingga partikel lendir mudah menumpuk dan menyumbat," ujarnya melalui pesan tertulis kepada Mistar, Sabtu (31/10/2026).

Nastiti menyebut faktor mendasar lainnya anak juga bernapas lebih cepat, sehingga udara yang dihirup per kilogram berat badan lebih banyak dibandingkan orang dewasa.

"Anak lebih aktif di luar rumah dengan waktu dan aktivitas fisik yang lebih berat, sementara penyaring hidungnya masih kurang sempurna, sehingga lebih banyak partikel masuk ke paru," tuturnya.

Staf Divisi Respirologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK UI itu menegaskan jika sistem imunitas anak belum matang, termasuk sistem detoksifikasi yang masih berkembang.

Alumni FK UI itu turut memaparkan, dampak paparan asap karhutla tidak berhenti pada gangguan pernapasan akut. Kasus anak yang terpapar secara kronik berisiko alami gangguan pertumbuhan paru.

"Gangguan pertumbuhan paru anak bisa bersifat permanen, kemudian peningkatan risiko penyakit asma persisten (peradangan kronis) dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)," katanya.

Tak berhenti di situ, kondisi kronik lainnya pun dapat mempengaruhi gangguan pertumbuhan anak yang berujung pada stunting, hingga potensi gangguan perkembangan otak dan kognitif.

Adapun tema Webinar FKUI-IMERI tentang “Hutan Kita, Kesehatan Kita, Masa Depan Kita: Karhutla dalam Perspektif Kedokteran untuk Solusi Praktis Masalah Kesehatan Masyarakat".



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN