Menkes Budi: IAI Berperan Penting Jaga Kesehatan Masyarakat dan Kendalikan Penggunaan Antibiotik

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan sambutan secara daring pada Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IAI 2026 di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, Kamis (6/8/2026). (Foto: Berry/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Kementerian Kesehatan menegaskan pentingnya peran Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dalam menjaga kesehatan masyarakat. Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan sambutan secara daring pada Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IAI 2026 di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, Kamis (6/8/2026).
"IAI memiliki peran penting dalam menjaga masyarakat Indonesia agar tetap sehat," ujar Budi.
Budi menjelaskan, strategi utama untuk memastikan masyarakat Indonesia tetap sehat adalah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Namun, menurutnya, mengubah kebiasaan hidup bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang.
Karena itu, lanjutnya, masyarakat juga membutuhkan obat-obatan yang tepat untuk membantu mengendalikan tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol agar tetap dalam batas aman.
"Jika ketiga faktor tersebut bisa dijaga dengan obat-obatan yang tepat, maka penyebab kematian tertinggi serta rendahnya harapan hidup masyarakat Indonesia akibat stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal dapat dikendalikan sejak dini," katanya.
Budi juga menyebut perkembangan teknologi kesehatan dan farmasi saat ini berlangsung sangat pesat. Berbagai inovasi telah melahirkan obat-obatan yang tidak lagi hanya berbasis bahan kimia.
Ia mengajak IAI bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terus mengembangkan obat-obatan canggih, obat baru, serta terapi berbasis metodologi yang lebih efektif demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
Selain itu, Menkes mengingatkan penggunaan antibiotik harus diawasi secara ketat. Menurutnya, pemberian antibiotik yang tidak terkontrol dapat memicu resistensi antimikroba sehingga obat tidak lagi efektif mengatasi penyakit.
"Antibiotik yang ada sekarang bisa menjadi tidak efektif jika masyarakat mengalami resistensi akibat penggunaan yang tidak tepat," ujarnya.
Budi juga menyoroti masih bebasnya penjualan antibiotik di masyarakat. Menurutnya, pengendalian penggunaan antibiotik menjadi tugas besar yang harus dilakukan bersama oleh IAI dan seluruh pihak terkait.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun industri farmasi yang baik, sehat, maju, dan modern agar masyarakat Indonesia semakin sehat dan angka kesakitan dapat terus ditekan
PREVIOUS ARTICLE
BPOM RI Ungkap Lima Strategi Wujudkan Kemandirian Obat Indonesia






















