Jalan Kaki 15 Menit Setelah Makan Siang Bantu Jaga Kesehatan Jantung

Ilustrasi. (Foto: Pexels.com/Andrea Piacquadio)
Medan, MISTAR.ID - Jalan kaki selama 10 hingga 15 menit setelah makan siang ternyata menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung.
Selain mudah dilakukan, aktivitas ini juga membantu melancarkan sirkulasi darah, mengontrol kadar gula darah, hingga meredakan stres yang kerap meningkat pada sore hari.
Kardiolog sekaligus Medical Director Abbott, Dr. Nadim Geloo, mengatakan berjalan kaki setelah makan siang memberikan manfaat langsung bagi sistem kardiovaskular, terutama bagi mereka yang banyak menghabiskan waktu duduk saat bekerja.
Geloo menjelaskan, duduk selama berjam-jam pada siang hingga sore hari menyebabkan darah berkumpul di tungkai bawah akibat pengaruh gravitasi. Kondisi ini membuat aliran darah melambat dan pembuluh darah menjadi lebih kaku untuk sementara waktu.
"Berjalan cepat selama 10 hingga 15 menit sesaat setelah makan siang adalah salah satu kebiasaan terbaik untuk kesehatan jantung," kata Geloo, seperti dikutip Men’s Journal, Selasa (21/7/2026).
"Saat kamu duduk berjam-jam di sore hari, darah akan berkumpul di tungkai bawah sehingga aliran darah melambat. Berjalan kaki membantu otot betis memompa darah kembali ke jantung dan memulihkan fungsi pembuluh darah agar tetap sehat dan lentur," tambahnya.
Dengan bergerak sejenak, otot-otot kaki bekerja sebagai pompa alami yang membantu mengembalikan sirkulasi darah ke seluruh tubuh sehingga jantung tidak perlu bekerja lebih keras.
Manfaat lain dari berjalan kaki setelah makan siang adalah membantu mengendalikan kadar gula darah. Setelah makan, kadar glukosa dalam darah akan meningkat sebagai bagian dari proses pencernaan.
Jika seseorang langsung duduk atau tidak bergerak, kadar gula darah cenderung bertahan lebih lama di dalam aliran darah sehingga dapat memberikan tekanan pada pembuluh darah.
Geloo menjelaskan, berjalan kaki membuat otot rangka menggunakan glukosa sebagai sumber energi sehingga kadar gula darah lebih cepat turun.
"Berjalan kaki selama 10 hingga 15 menit setelah makan membuat otot mengambil glukosa langsung dari aliran darah sebagai bahan bakar. Hal ini membantu menurunkan lonjakan insulin setelah makan sekaligus melindungi kesehatan pembuluh darah," jelasnya.
Sore hari juga menjadi waktu ketika tekanan pekerjaan sering mencapai puncaknya. Rapat, tenggat waktu, hingga berbagai tuntutan pekerjaan dapat memicu peningkatan hormon stres, seperti kortisol dan adrenalin.
Kedua hormon tersebut meningkatkan denyut jantung sekaligus menyempitkan pembuluh darah sehingga beban kerja jantung ikut bertambah.
Geloo mengatakan berjalan kaki di luar ruangan pada sore hari dapat membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang membuat tubuh lebih rileks.
"Berjalan kaki pada sore hari, terutama di luar ruangan dengan paparan cahaya alami, membantu menurunkan detak jantung dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah," tuturnya.
Ia menambahkan, berbagai penelitian juga menunjukkan manfaat berjalan kaki bagi kesehatan jantung.
Salah satunya menemukan bahwa orang yang berjalan sekitar 7.000 langkah per hari memiliki risiko penyakit kardiovaskular 25 persen lebih rendah serta risiko kematian akibat berbagai penyebab 47 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya berjalan sekitar 2.000 langkah per hari. (hm25/Kompas.com)
PREVIOUS ARTICLE
Dapat Dukungan dari Kemenkes, Pembangunan RSUD Pirngadi Berskala Besar Dimulai Tahun DepanBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER

























