Viky Sianipar Pertahankan Musik Tradisi Lewat Lagu-Lagu Warisan Leluhur

Viky Sianipar. (foto: maulana/mistar)
Toba, MISTAR.ID - Viki Sianipar selalu memiliki cara membuat musik tradisional tetap dikenal generasi muda tanpa kehilangan akar budayanya. Salah satunya dengan menjadikan lagu-lagu lama warisan leluhur sebagai pintu masuk.
Viky mengatakan, dalam menggarap musik tradisional sebagian besar karyanya masih berpijak pada lagu-lagu lama yang telah dikenal masyarakat. Sekitar 80 persen merepresentasikan karya-karya lama, 20 persen lainnya merupakan karya baru.
Menurutnya, pendekatan tersebut membuat musik tradisional lebih mudah diterima oleh generasi sekarang. Lagu-lagu lama menjadi penghubung untuk mengenalkan musik tradisi terlebih dahulu, sebelum pendengar diperkenalkan pada karya-karya baru.
“Lagu-lagu lama itu memiliki makna yang sangat tinggi. Di dalamnya ada nilai, pengalaman, dan cara pandang masyarakat masa lalu. Itu yang penting kita teruskan kepada generasi berikutnya,” ujar Viky saat berbincang dengan Mistar di The Kaldera Toba Nomadic Escape, Minggu (6/9/2026).
Setelah pendengar mulai mengenal dan menikmati lagu-lagu tersebut, barulah karya baru yang dikembangkan dari akar tradisi dapat diperkenalkan secara perlahan.
Viky menilai, proses tersebut penting agar musik tradisional tidak terasa asing bagi generasi muda. Karya lama menjadi jembatan, sementara karya baru menjadi bagian dari upaya agar musik tradisi terus berkembang.
Namun, ia menegaskan tidak semua musik tradisional dapat dikembangkan dengan pendekatan yang sama. Perbedaan fungsi dan konteks menjadi hal yang harus diperhatikan, terutama antara musik yang berkaitan dengan ritual dan musik yang sejak awal berkembang sebagai hiburan.
Untuk musik yang memiliki fungsi ritual seperti gondang ritual dan gondang sabangunan, Viky menilai tidak semestinya dilakukan perubahan secara sembarangan. Musik tersebut perlu dijaga sesuai bentuk dan konteks tradisinya.
“Kalau yang ritual, jangan kita ubah-ubah. Itu bagian dari adat dan ritualnya. Tapi kalau musik yang memang dari awal untuk hiburan, seperti gondang hasapi, masih banyak ruang untuk kita eksplorasi,” katanya.
Di wilayah musik hiburan inilah Viky lebih banyak melakukan pengembangan. Ia tetap menjadikan karya-karya lama sebagai pijakan, sembari memperkenalkan karya baru secara bertahap.
Pendekatan tersebut, menurut Viky, membuat musik tradisional memiliki peluang untuk terus menemukan pendengar baru tanpa harus meninggalkan akar budayanya.
Baginya, meneruskan musik tradisional bukan semata-mata tentang menciptakan karya baru. Yang tidak kalah penting adalah memastikan karya-karya yang telah diwariskan leluhur tetap dimainkan, dikenal, dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
“Jangan sampai kita hanya sibuk menciptakan yang baru, tapi yang lama tidak lagi dimainkan. Kalau tidak diteruskan, lama-lama karya-karya leluhur itu bisa hilang,” ujarnya.
PREVIOUS ARTICLE
Natalie Portman Sambut Kelahiran Anak Ketiga di Paris




















