Sunday, September 6, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

10 Hari Pascabanjir Nepal, Dua Lagi Korban Ditemukan Selamat

Mistar.idMinggu, 6 September 2026 pukul 17.59 WIB
10_hari_pascabanjir_nepal_dua_lagi_korban_ditemukan_selamat

Lu Haitao, pekerja asal China, sesaat setelah berhasil diselamatkan tentara Nepal dari terowongan proyek PLTA di Distrik Rasuwa, Nepal, Sabtu (5/9/2026), setelah terjebak selama 10 hari akibat banjir bandang. (foto: Nepal Army via AP)

news_banner

Kathmandu, MISTAR.ID - Harapan menemukan korban selamat dari banjir dahsyat di Nepal kembali muncul. Dua orang ditemukan hidup dalam operasi terpisah pada Sabtu (5/9/2026), 10 hari setelah bencana melanda kawasan Himalaya di dekat perbatasan Tibet, China.

Associated Press (AP) melaporkan, dua korban tersebut adalah seorang pekerja asal China yang terjebak di terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan seorang perempuan Nepal yang ditemukan di sebuah rumah yang tertimbun lumpur dan puing.

Pekerja asal China itu bernama Lu Haitao (49). Sebelum berangkat ke Nepal, Lu bekerja sebagai petani di Provinsi Henan, China tengah. Kakaknya, Lu Hairong, mengatakan Lu juga mengambil pekerjaan tambahan, terutama sebagai tukang kayu, pada waktu senggang.

Lu yang memiliki istri dan seorang putra berangkat ke Nepal bersama seorang warga sekampung pada Februari lalu untuk bekerja. Keluarganya diliputi kekhawatiran sejak banjir dan longsor menerjang kawasan tempatnya bekerja.

Lu Hairong mengaku sangat lega setelah melihat foto adiknya muncul dalam pemberitaan seusai diselamatkan.

“Ini benar-benar keberuntungan di tengah musibah,” kata Lu Hairong kepada Cover News, sebagaimana dikutip AP.

Menurut The Kathmandu Post, Lu ditemukan tim penyelamat sekitar 225 meter di dalam terowongan proyek Upper Trishuli-1 Hydropower Project di Distrik Rasuwa.

Tentara Nepal mengatakan operasi penyelamatan melibatkan personel militer Nepal bersama tim ahli penyelamat dari Korea Selatan. Lu kemudian diterbangkan dengan helikopter ke rumah sakit militer di Kathmandu. Ia tidak mengalami luka yang terlihat dan tanda-tanda vitalnya stabil, meski menunjukkan gejala hipotermia ringan.

Lu menjadi pekerja ketiga yang ditemukan hidup dari terowongan PLTA sejak bencana 26 Agustus. Sehari sebelumnya, Jumat (4/9/2026), dua pekerja Nepal, Sanjay Sah dan Kabir Maharjan, berhasil diselamatkan dari terowongan proyek Upper Trishuli 3A.

Pada operasi terpisah, petugas juga menemukan Chandika Shrestha (64) dalam kondisi hidup dari sebuah rumah yang tertimbun di Betrawati, Nuwakot.

Chandika Shrestha (64), warga Betrawati, ditemukan selamat setelah hilang sejak banjir bandang 26 Agustus 2026. (foto: Nepal Police via The Kathmandu Post)

Chandika hilang bersama empat anggota keluarganya sejak banjir menerjang pada 26 Agustus. Keluarganya bahkan telah kehilangan harapan dan mulai menjalankan ritual kematian pada hari kedelapan setelah ia dinyatakan hilang.

Petugas Armed Police Force (APF) menemukan Chandika setelah mendengar suara lemah dari sekitar bangunan yang tertimbun. Tim kemudian memecahkan jendela untuk masuk dan merangkak di antara lumpur serta puing hingga mencapai korban.

Setelah dikeluarkan dari reruntuhan, Chandika diterbangkan dengan helikopter militer ke Birendra Hospital di Kathmandu untuk mendapat perawatan. Empat anggota keluarganya yang berada di rumah tersebut saat banjir terjadi masih belum ditemukan.

Sementara itu, Reuters mengutip otoritas penanggulangan bencana Nepal, melaporkan sedikitnya 1.344 orang meninggal dunia dan 4.887 lainnya masih hilang hingga Jumat (4/9/2026). Banjir yang menerjang pada 26 Agustus itu diduga dipicu runtuhnya gletser di bagian hulu sungai. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN