Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

2.650 Warga Simalungun Terjangkit TBC, Dinkes Perluas Skrining hingga Pelosok Daerah

Mistar.idRabu, 22 Juli 2026 pukul 18.05 WIB
2650_warga_simalungun_terjangkit_tbc_dinkes_perluas_skrining_hingga_pelosok_daerah

Plt Kepala Dinkes Simalungun, Debora Haloho. (Foto: Indra/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID – Sebanyak 2.650 warga Kabupaten Simalungun tercatat menderita tuberkulosis (TBC) sepanjang 2025. Kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Simalungun memperluas pelaksanaan skrining, tidak hanya di puskesmas, tetapi juga melalui agenda kunjungan Bupati Simalungun ke berbagai wilayah.

Plt Kepala Dinkes Simalungun, Debora Haloho, mengatakan pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) yang dipadukan dengan skrining TBC sebenarnya telah berjalan. Namun, pola pelaksanaannya kini diperluas agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

"Selama ini sudah kami laksanakan. Ke depan akan lebih sering lagi dengan mengikuti jadwal kunjungan bupati ke lapangan," kata Debora saat ditemui usai mengikuti kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Rabu (22/7/2026).

Selain mengikuti kegiatan kunjungan kepala daerah, Dinkes Simalungun juga mengandalkan puskesmas dan bidan nagori sebagai ujung tombak pelaksanaan CKG serta penelusuran kasus TBC.

Debora mengimbau masyarakat agar tidak takut menjalani pemeriksaan maupun pelacakan kontak TBC. Menurutnya, semakin cepat penyakit ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan sekaligus mencegah penyebaran kepada orang lain.

"Kami berharap masyarakat jangan takut menjalani tracing TB maupun CKG. Lebih baik diketahui sejak dini daripada terlambat. Harapan kami Simalungun bisa bebas TBC," ujarnya.

Perluasan skrining tersebut diharapkan dapat meningkatkan penemuan kasus, terutama di wilayah yang selama ini menjadi kantong penyebaran TBC, sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan sesuai standar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Simalungun, Rosman Saragih, menambahkan bahwa tiga kecamatan dengan jumlah kasus TBC terbanyak berada di Tanah Jawa, Bandar, dan Tapian Dolok.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN