Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Presiden Meksiko Tolak Keras Ancaman Donald Trump

Mistar.idKamis, 20 November 2025 pukul 11.47 WIB
presiden_meksiko_tolak_keras_ancaman_donald_trump

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum. (Foto: Jeumpa/Mistar)

news_banner

Meksiko, MISTAR.ID

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menolak keras ancaman yang disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait rencana tindakan militer untuk menghentikan peredaran narkoba oleh kartel di Meksiko. Sheinbaum menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan melakukan serangan apa pun terhadap wilayah negaranya.

“Itu tidak akan terjadi,” tutur Sheinbaum dalam konferensi pers terbaru, seperti dilansir dari detikcom, Kamis (20/11/2025).

Pernyataan itu disampaikannya sebagai respons terhadap peringatan terbaru Trump, yang mengatakan bahwa ia akan melakukan apa pun, termasuk kemungkinan menyerang Meksiko yang selama ini merupakan mitra ekonomi dan sekutu dekat AS.

“Kami tidak menginginkan intervensi dari negara mana pun. Ada kerja sama, ada koordinasi, tetapi bukan subordinasi,” ujarnya.

Mengacu pada konflik abad ke-19, Sheinbaum mengingatkan bahwa terakhir kali Amerika Serikat melakukan intervensi di Meksiko, AS mengambil separuh wilayah Meksiko.

“Kami tidak bisa membiarkan intervensi seperti itu,” tambahnya lagi.

Ancaman Trump disampaikan ketika berbicara kepada wartawan pada Senin (17/11/2025) waktu setempat. Ia menyatakan siap mengizinkan serangan terhadap Meksiko bila dianggap perlu.

“Apakah saya akan menyerang Meksiko demi menghentikan narkoba? Itu bukan masalah bagi saya. Apa pun yang perlu dilakukan untuk menghentikan narkoba,” ujar Trump.

Lanjutnya, “saya tidak mengatakan saya pasti akan melakukannya, tetapi saya akan bangga jika itu terjadi. Karena itu berarti jutaan nyawa bisa diselamatkan.”

Komentar tersebut muncul di tengah pengerahan kapal induk dan aset militer lain oleh AS ke wilayah dekat Venezuela, sebagai tekanan terhadap Presiden Nicolas Maduro, yang dituduh Washington sebagai pemimpin kartel narkoba. Tuduhan ini telah dibantah pemerintah Meksiko.

Militer AS disebut telah menghancurkan lebih dari 20 kapal yang dituduh membawa narkoba, dan sedikitnya 83 orang tewas dalam operasi tersebut. Hingga kini, tidak ada bukti yang diberikan Pentagon bahwa kapal-kapal yang diserang di Karibia maupun perairan Pasifik benar-benar menyelundupkan narkoba atau mengancam AS. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN