Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Razia Besar di Myanmar: 346 WNA Diciduk, 10 Ribu Ponsel Disita dari Sarang Scam Online

Mistar.idKamis, 20 November 2025 14.46
journalist-avatar-top
razia_besar_di_myanmar_346_wna_diciduk_10_ribu_ponsel_disita_dari_sarang_scam_online

Tentara Myanmar menggerebek pusat penipuan daring KK Park di kotapraja Myawaddy, Negara Bagian Karen, Myanmar (foto: Tim Informasi Berita Militer Myanmar via AP/Aljazeera/Mistar)]

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Junta militer Myanmar melancarkan operasi besar-besaran terhadap sebuah pusat penipuan daring (online scam) di Shwe Kokko, kawasan perbatasan yang berbatasan langsung dengan Thailand. Razia ini menjadi bagian dari kampanye militer untuk menindak sindikat scam yang selama beberapa tahun terakhir berkembang pesat di wilayah pinggiran negara tersebut.

Penangkapan Besar-besaran: 346 WNA Diciduk

Militer Myanmar mengonfirmasi bahwa dalam razia tersebut, 346 warga negara asing (WNA) berhasil ditangkap. Laporan internasional menyebut jumlah itu bisa lebih dari 300 orang, sebagian di antaranya merupakan pekerja asing yang terlibat atau dipaksa terlibat dalam aktivitas penipuan daring.

Pihak militer menyatakan para WNA itu kini masih menjalani proses penyelidikan. Artinya, belum seluruhnya ditetapkan sebagai tersangka tetap, mengingat jaringan scam di kawasan tersebut kerap melibatkan buruh paksa dari berbagai negara.

Barang Bukti: 10 Ribu Ponsel Disita

Dalam penggerebekan itu, junta menyita hampir 10.000 unit ponsel yang digunakan untuk mengoperasikan jaringan penipuan online dan perjudian daring. Selain ponsel, militer turut mengamankan sejumlah perangkat komunikasi lain yang diyakini menjadi perlengkapan operasional sindikat.

Laporan dari media regional menyebutkan bahwa pusat-pusat scam di Myanmar biasanya menggunakan perangkat komunikasi dalam jumlah besar untuk menargetkan korban internasional, termasuk melalui modus love scam, investasi palsu, hingga manipulasi kripto.

Latar Belakang dan Motif Operasi

Shwe Kokko sendiri merupakan kawasan strategis yang kerap digunakan kelompok kriminal transnasional karena lokasinya yang sulit dikontrol secara penuh. Selain jauh dari pusat pemerintahan, wilayah ini berada di bawah pengaruh kelompok milisi etnis, sehingga menjadi lahan subur bagi aktivitas ilegal.

Tekanan internasional, terutama dari China, diyakini menjadi salah satu faktor yang mempercepat operasi ini. Sejak 2025, China secara terbuka mendesak Myanmar untuk menindak jaringan scam yang banyak menargetkan warganya.

Media lokal juga menyoroti nama perusahaan Yatai, yang dikaitkan dengan pengusaha She Zhijiang—sosok yang disebut-sebut berperan besar dalam mengoperasikan kompleks perjudian dan scam di Shwe Kokko.

Implikasi dan Dampak

Penangkapan ratusan WNA dan penyitaan ribuan perangkat komunikasi menunjukkan adanya upaya keras junta Myanmar untuk menampilkan citra sebagai otoritas yang tegas dalam memberantas kejahatan siber lintas negara. Operasi ini dinilai penting mengingat Shwe Kokko telah lama menjadi pusat aktivitas penipuan yang menimbulkan kerugian besar bagi korban dari berbagai negara.

Namun, para pengamat meragukan bahwa razia kali ini dapat melumpuhkan jaringan secara menyeluruh. Banyak yang menilai operasi ini baru menyasar pekerja tingkat bawah, bukan dalang utama yang mengendalikan seluruh struktur penipuan. Selain itu, praktik eksploitasi dan perdagangan manusia dalam industri scam di Myanmar masih menjadi isu besar yang perlu penyelidikan lebih dalam.

Penindakan Terbesar

Kesimpulannya, operasi militer Myanmar di Shwe Kokko menjadi salah satu penindakan terbesar terhadap jaringan penipuan online di kawasan Asia Tenggara. Meski ratusan orang ditahan dan ribuan ponsel disita, efektivitas langkah ini masih dipertanyakan. Keberhasilan jangka panjang akan sangat bergantung pada kemampuan militer mengejar aktor utama, menghentikan perdagangan manusia, dan memperbaiki pengawasan di wilayah perbatasan yang penuh konflik.

(berbagaisumber/ai/hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN