Kampanye di Ohio dan Michigan, Obama Serang Trump dan Ramaswamy

Mantan Presiden Barack Obama menyapa para pendukung setibanya di lokasi kampanye di Cass Technical High School, Detroit, Sabtu (24/10/2026). (foto: Paul Sancya/AP)
Detroit, MISTAR.ID - Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengecam Presiden Donald Trump dan sekutu Partai Republiknya atas apa yang disebutnya sebagai kekejaman, korupsi, dan perilaku tidak bermoral. Obama menyampaikan kritik tersebut saat berkampanye untuk kandidat Partai Demokrat di Ohio dan Michigan, menjelang pemilu paruh waktu pada 3 November mendatang.
Di Ohio, Obama menyerang kandidat gubernur dari Partai Republik, Vivek Ramaswamy, yang mempertahankan iklan kampanye kontroversial dengan menampilkan Donna Arthur, ibu kandung kandidat Demokrat Dr. Amy Acton. Dalam iklan tersebut, Donna menyebut Acton sebagai pembohong dan menyiratkan bahwa putrinya memiliki masalah kesehatan mental.
Trump dan Wakil Presiden JD Vance membela iklan itu, meskipun sejumlah tokoh Partai Republik di Ohio, termasuk Gubernur Mike DeWine, meminta agar iklan tersebut ditarik.
“Dalam beberapa hari terakhir, kita melihat bahwa tidak ada batas yang tidak akan dia langgar dan tidak ada titik terendah yang tidak akan dia capai,” kata Obama mengenai Ramaswamy.
Acton sebelumnya telah terbuka mengenai pengalaman masa kecilnya yang diwarnai kekerasan, penelantaran, dan tunawisma. Ia kehilangan tempat tinggal yang stabil setelah mengalami berbagai kesulitan keluarga. Ayah tirinya pernah didakwa melakukan pemerkosaan terhadap Acton, tetapi kemudian menjadi buronan karena tidak menghadiri persidangan.
Saat tampil bersama Obama, Acton menuduh Ramaswamy mengeksploitasi masa kecilnya untuk menyelamatkan kampanye yang sedang terpuruk.
“Lawan saya sengaja mengeksploitasi masa kecil saya untuk menyelamatkan kampanyenya, tetapi itu tidak akan berhasil. Kesopanan dan moralitas tetap penting,” kata Acton.
Trump, yang memberikan suara di Florida pada Sabtu, membela iklan tersebut dengan mengatakan bahwa pernyataan ibu kandung Acton merupakan referensi yang kuat untuk menilai lawannya.
Di Michigan, Obama memberikan dukungan kepada Abdul El-Sayed, mantan pejabat kesehatan masyarakat yang mencalonkan diri sebagai senator melawan kandidat Partai Republik, Mike Rogers.
Obama menolak anggapan bahwa El-Sayed merupakan seorang radikal dan menegaskan bahwa kandidat tersebut memiliki nilai-nilai yang sama dengannya.
Ia juga menyinggung kritik terhadap El-Sayed yang menggunakan nama atau agamanya untuk menjatuhkannya. Obama mengaku pernah mengalami perlakuan serupa ketika identitas dan tempat kelahirannya dipersoalkan oleh para pengkritik politik.
“Kita pernah melihat film ini sebelumnya. Saya pernah menjadi pemeran utamanya,” kata Obama di hadapan massa yang memenuhi gedung olahraga sebuah sekolah menengah di Detroit.
Obama juga menanggapi kritik El-Sayed terhadap pemerintahannya setelah terpilih kembali pada 2012. Saat itu, El-Sayed menilai Obama belum memenuhi seluruh janji kampanye progresifnya.
Menurut Obama, perbedaan pandangan tersebut tidak menghalangi keduanya untuk memiliki nilai-nilai yang sama.
Partai Demokrat berharap kehadiran Obama dapat meningkatkan dukungan pemilih kulit hitam terhadap El-Sayed di Detroit, kota dengan mayoritas penduduk kulit hitam. Dalam pemilihan pendahuluan, pesaing El-Sayed, Haley Stevens, memenangkan Wayne County, yang mencakup Detroit, dengan selisih sekitar enam poin persentase.
Sejumlah pemilih menyambut positif kehadiran Obama. Cheryl McWilliams, 67 tahun, mengatakan pidato mantan presiden tersebut membangkitkan semangat masyarakat untuk menggunakan hak pilih.
Sementara itu, aktivis kampanye Chunnika Hodges mengatakan sebagian pemilih kulit hitam mulai mendukung kandidat Republik karena merasa tidak melihat perubahan setelah bertahun-tahun memilih Demokrat. Sebagian lainnya juga mengkhawatirkan kebijakan progresif yang diusung El-Sayed.
Selain membela kandidat Demokrat, Obama mengkritik Trump karena dinilai gagal menurunkan biaya hidup dan justru berfokus pada pembangunan ruang pesta baru serta helipad di Gedung Putih.
Obama menyindir perhatian Trump terhadap renovasi Gedung Putih dan menuduh presiden beserta keluarganya terlibat dalam korupsi. Ia juga mengecam para pemimpin Partai Republik yang dinilainya tidak tegas menghadapi berbagai persoalan pemerintahan.
“Kita tidak harus terjebak dengan Kongres yang tidak punya keberanian dan para gubernur Partai Republik yang membiarkan pelanggaran hukum, kekejaman, serta ketidakpedulian terhadap rakyat pekerja,” ujarnya.
Obama mengatakan pemilu paruh waktu menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan penolakan terhadap dua tahun pemerintahan Trump yang menurutnya diwarnai kekacauan dan ketidakmampuan. (*)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER














































